Cak Nun dan Kyai Kanjeng, Tampil All Out Selama Tiga Jam di Banyuwangi

Minggu, 27 Oktober 2013


BANYUWANGI –  Pagelaran  Emha Ainun Najib bersama kelompok musik Kyai Kanjeng di Bumi Blambangan, Sabtu (26/10) sungguh luar biasa. Selain membius ribuan masyarakat Banyuwangi untuk hadir di Taman Blambangan, pagelaran dalam menyemarakkan Banyuwangi Festival 2013 ini juga memberikan nilai tersendiri. Betapa tidak, pagelaran Kyai Kanjeng yang digelar di Taman Blambangan tersebut tidak semata tentang keilahian, tetapi lebih pada tabayyun dari Cak Nun dalam menyelami dan memaknai kehidupan. Mulai kehidupan berkeluarga, bermasyarakat hingga bernegara yang erat dengan religi namun tetap mengedepankan harmonisasi.   

Dalam penampilannya Cak Nun dan Kyai Kanjeng tampil all out selama tiga jam penuh, mulai pukul 21.00 WIB – 24.00 WIB dengan membawakan lagu-lagu yang khas, seperti Gundul-gundul Pacul, Sholawatan, Lir-Ilir hingga Tombo Ati. Juga diselingi Tabayyun yang banyak memberikan pesan moral kepada kita semua.

Konser diawali dengan lagu Rampak Osing, Nothing Compares to You, membuat semua orang hanyut dalam alunan nadanya. Apalagi, dalam tabayyunnya, Cak Nun banyak menyentuh kalbu para penonton yang berasal dari berbagai kalangan, tua, muda dan anak-anak. Hingga tak terasa malam semakin larut tetapi penonton masih duduk dengan nikmatnya di bawah atap langit yang cukup terang. Untuk menghangatkan suasana, di akhir konser penonton diajak bernyanyi bersama dengan menyanyikan lagu “Kemesraan” sebagai lambang keutuhan silahturahmi yang akan terus terjalin dengan masyarakat Banyuwangi.

Sekedar diketahui, konser Cak Nun dan Kyai Kanjeng  malam itu juga dihadiri tamu spesial para budayawan kondang dari nusantara diantaranya, Zawawi Imron sang Clurit Emas dari Madura, Dr Endo Suanda¸seorang Etno Musikolog dan Seniman Tari Topeng Nusantara serta novelis roman sejarah Indonesia, Langit Kresna Hariyadi yang telah membuat buku tentang Minak Jinggo. Mereka sengaja datang untuk hadir dalam konser Kyai Kanjeng. Sebagai bentuk penghargaan kepada para budayawan ini Cak Nun mengajak mereka naik di atas panggung untuk berdialog dan memberikan kesempatan para budawayan ini untuk menceriterakan karya-karyanya di hadapan penonton. Alhasil, konser Kyai Kanjeng malam itu benar-benar hidup dan berbeda. “Inilah cara Cak Nun untuk selalu menghargai orang,”kata Zawawi Imron.  

Sebelum Kyai Kanjeng dan Cak Nun tampil, penonton diajak melantunkan sholawat badar bersama-sama yang dilanjutkan pertunjukkan seni lokal yang bernuansa Islami. Seperti, tarian Rodat Si'iran yang menggambarkan manusia selalu sujud kepada Ilahi. Sementara Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, yang malam itu hadir bersama Forum Pimpinan Daerah merasa bangga dengan hadirnya Cak Nun di Banyuwangi. “Mudah-mudahan apa yang disampaikan Cak Nun bisa menjadi inspirasi dan spirit bagi kami dalam mewujudkan inovasi baru yang tumbuh berkembang di Banyuwangi ini,” ujar Bupati Anas. (Humas dan Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :