Cak Nun dan Kyai Kanjeng Warnai Banyuwangi Festival 2013

Kamis, 24 Oktober 2013


BANYUWANGI - Rangkaian perhelatan akbar bertajuk Banyuwangi Festival 2013 selama September - Desember 2013 semakin memperkuat predikat Banyuwangi sebagai arah baru kunjungan wisatawan di Jawa Timur. Berbagai kegiatan bertema seni, budaya, religi dan olah raga dikemas dalam berbagai even yang tidak hanya menjadi hiburan semata namun sekaligus sebagai eksplorasi kekayaan khasanah Banyuwangi.

Berpijak pada kentalnya jiwa seni sekaligus masih kuatnya nilai-nilai religi di masyarakat Banyuwangi, Pemkab menghadirkan Cak Nun dan Kyai Kanjeng sebagai salah satu rangkaian B-Fest pada 26 Oktober mendatang. Even ini akan menghibur sekaligus memberikan sentuhan spiritual dalam balutan musikalisasi  yang menawan.

Dalam penampilannya Cak Nun dan Kiai Kanjeng akan tampil membawakan lagu rampak Osing, Lir Ilir, Tombo Ati,Assalamu’alaika, Allohurobbi, Ya Nabi serta berbagai lagu kenamaan lainnya. Semua lagu itu akan dieksplorasi secara dinamis, terlebih adanya kolaborasi Kyai Kanjeng dengan musik tradisional Banyuwangi semakin memperkaya cita rasa pertunjukan seni tersebut.

Salah satunya adalah perpaduan musik angklung dan gamelan yang menjadi ciri khas Kyai Kanjeng dengan musik kuntulan yang didominasi rebana dari musisi Banyuwangi. Penggabungan ini menjanjikan sebuah atraksi musikal yang indah sekaligus meneduhkan. Penonton pun akan dibawa pada sebuah atmosfer pertunjukan yang unik dan memukau.

Di sela-sela penampilan musikalnya Cak Nun juga akan melakukan tabayyun, berbagi makna dalam menyelami nilai-nilai kehidupan. "Pagelaran tersebut tidak hanya memberi sentuhan reliji namun juga memberikan makna spiritual dalam arti yang lebih luas untuk menjadi motivasi bagi masyarakat Banyuwangi,” terang Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Sebelum Kyai Kanjeng dan Cak Nun tampil, penonton diajak melantunkan sholawat badar bersama-sama yang dilanjutkan pertunjukkan seni lokal yang bernuansa Islami. Seperti, patrol, Rodat Siiran,  serta terbangan.

Dipastikan beberapa tokoh dan budayawan nasional akan hadir di pentas musikal Kyai Kanjeng ini. Sebut saja, Zawawi Imron, budayawan dan penyair kondang dengan sebutan Clurit Emas dari Madura. Dr Endo Suanda, Etno Musikolog dan Seniman Tari Topeng Nusantara. Serta novelis roman sejarah Indonesia, Langit Kresna Hariyadi.

Sementara itu untuk mendukung kesuksesan pagelaran Kyai Kanjeng, penataan panggung akan disiapkan secara maksimal. Pastinya akan menambah kekhidmatan pertunjukkan seni musikal tersebut. Diantaranya panggung yang berada di Taman Blambangan itu akan dihiasi jajaran bambu dan lentera. “Sepanjang kanan kiri panggung aktualisasi budaya yang ada di Taman Blambangan akan dihiasi bambu yang didekorasi secara artistik. Sementara panggung utama Kyai Kanjeng akan dihiasi lentera yang melingkar. Sebagai musik pendukung sekaligus indentitas Banyuwangi, di sekitar  panggung juga akan didirikan angklung paglak yang lantainya dililit kain batik khas Gajah Oling,” pungkas Bupati Anas.(Humas & Protokol)

 

                            

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :