Canangkan Baksos PKK,KORPRI Pasang Implan dan IUD pada Akseptor KB
Senin, 25 November 2013
Inovasi terhadap pelayanan masyarakat terus dilakukan di Banyuwangi. Setelah gerakan one stop service dimana masyarakat bisa melakukan pengurusan surat-surat di tingkat kecamatan,tanpa perlu harus ke kabupaten;dan program 'lahir procot pulang bawa akta' yang memudahkan keluarnya akta bagi bayi, segera setelah bayi dilahirkan.Kini Korps Pegawai Republik Indonesia (KORPRI) juga tak mau ketinggalan. Lembaga yang menaungi para PNS tersebut memperingati HUT-nya yang ke 42 dengan menggandeng Tim Penggerak PKK dan Badan Pemberdayaan Perempuan dan Keluarga Berencana (BPP-KB),untuk bersama-sama meningkatkan pelayanan masyarakat di bidang keluarga berencana.
Menurut Ketua Dewan Pengurus KORPRI, Slamet Kariyono,KORPRI punya kewajiban untuk menggandeng PKK dalam bakti sosial ini."Masalah KB ini kompleks dan harus melibatkan perempuan sebagai akseptor KB terbanyak.Hari ini kami mencanangkan bakti sosial kesatuan gerak PKK tahun 2013,yang ditandai dengan kegiatan pemasangan implant dan IUD,"ujar pria yang juga menjabat sebagai Sekretaris Kabupaten Banyuwangi ini.
Hal senada juga disampaikan Kepala BPP-KB,Muhammad Pua Jiwa. "KB menjadi prioritas dalam mengatasi pertumbuhan penduduk.Pencapaian KB Banyuwangi sendiri hingga Oktober 2013 sudah melampaui target provinsi Jawa Timur sebesar 109 persen,"urai Pua. Kegiatan pemasangan implant dan IUD,lanjut Pua,telah menyasar 240 akseptor IUD dan 480 akseptor implant yang dilayani di seluruh kecamatan.
Dalam kegiatan yang diselenggarakan di Puskesmas Sobo ini,sejumlah Kepala SKPD,camat dan pengurus PKK Kabupaten Banyuwangi dan kecamatan tampak hadir. Ketua Dewan Pengurus KORPRI juga menyempatkan diri untuk meninjau pemasangan implant dan IUD yang dilakukan di Puskesmas Sobo. Di puskesmas ini dilakukan pemasangan implant dan IUD terhadap 30 akseptor yang meliputi 7 wilayah di Banyuwangi. Pemasangan implant dan IUD juga dilakukan di Puskesmas Singotrunan yang mencakup 7 wilayah, dan Puskesmas Kertosari yang meng-cover 4 wilayah. Ditergetkan kegiatan ini bisa diikuti oleh 150 akseptor KB (Humas & Protokol)