Capaian ASI Masih 71 Persen, Pemkab Canangkan Kelompok Pendukung ASI
Kamis, 27 Maret 2014
BANYUWANGI – Menurut hasil survey, cakupan pemberian Air Susu Ibu (ASI) eksklusif kepada bayinya di Banyuwangi masih mencapai 71 persen. Karena itu, sebagai upaya meningkatkan pengetahuan masyarakat terhadap pemahaman manfaat ASI, dilakukan Pencanangan Kelompok Pendukung ASI, di Pendopo Shaba Swagata, Kamis (27/3). Pencanangan dilakukan Ketua Tim Penggerak PKK, Ny Dhani Azwar Anas bersama Kelompok Pendukung (KP) Sahabat (Sehat, Hemat , Hebat) dari Dinas Kesehatan Banyuwangi, yang disaksikan seluruh kader Posyandu dan tenaga kesehatan se - Kabupaten Banyuwangi.
Dalam sambutannya, Ny Dani Azwar Anas menyatakan, pencanangan ini dimaksudkan sebagai komitmen, kesungguhan dan kemauan semua pihak untuk mendukung dan mendorong kaum ibu agar bisa menyusui bayinya dengan baik. Pencapaian program ini akan bisa berhasil jika ada dukungan semua pihak, yang terdiri dari lingkungan keluarga, suami , orang tua hingga masyarakat sekitar.
ASI, kata Ny Dhani, merupakan perlindungan pertama di dunia bagi ketahanan bayi. Dan ASI yang merupakan anugerah Tuhan YME dapat memberi kekuatan yang luar biasa bagi generasi yang akan datang. “Karenanya kita perlu sosialisasikan kepada masyarakat melalui kelompok-kelompok pendukung ASI yang telah dibentuk untuk memberitahukan betapa pentingnya ASI bagi bayi,” ujar Ny Dhani.
Selain mencanangkan gerakan mendukung ASI, Ny Dhani Azwar Anas juga berencana akan memperbanyak ruang pojok ASI. Pojok ASI merupakan sebuah ruang yang dikhususkan ibu-ibu yang ingin tetap menyusui bayinya meskipun memiliki kegiatan di luar rumah. Sehingga pemberian ASI eksklusif masih bisa diberikan walaupun sang Ibu bertindak sebagai karyawati pemerintah atau swasta. Selama ini ruang pojok ASI hanya ada di tiga puskesmas. Yakni, Puskesmas Sobo, Benculuk dan Puskesmas Giri.
Selanjutnya, langkah pertama kegiatan ini, kata Kabid Bina Kesehatan Keluarga, dr Juwono Sujuswa, kelompok pendukung ASI yang telah dibentuk akan segera melakukan action dengan menerjunkan motivator dengan sasaran posyandu-posyandu. “Mudah-mudahan dengan kegiatan ini, Banyuwangi bisa meningkatkan cakupan pemberian ASI lebih tinggi,” ujar Juwono.
Pencanangan itu ditandai dengan melakukan penandatanganan piagam pencanangan oleh Ny Dhani Azwar Anas. Juga pemberian penghargaan kepada tiga orang ibu yang berhasil menyusi bayinya sampai usia enam bulan. Yakni, Siti Munawaroh (Sempu), Sri Wulandari (Banyuwangi) dan Dewi Roudotul Jannah (Bangorejo). Ketiga ibu juga termasuk mewakili tiga besar kecamatan dengan capaian ASI eksklusif tertinggi di Banyuwangi. (Humas & Protokol)