Chef Marinka Siap Semarakkan Festival Segotempong
Jumat, 20 Maret 2015
Chef Marinka Siap Semarakkan Festival Segotempong
BANYUWANGI - Satu persatu agenda pariwisata kembali digelar di Banyuwangi. Setelah menghelat Festival Rujak Soto, sebuah pesta kuliner makanan khas lokal, kini kembali menggelar Festival Segotempong. Festival ini akan dihelat di Taman Blambangan, Sabtu (28/3).
Segotempong adalah makanan khas Banyuwangi yang terkenal pedasnya, sampai-sampai sego tempong diilustrasikan sehabis makan layaknya ditempong (dipukul mukanya dengan keras, red) karena rasa pedasnya yang sangat. Menunya terdiri tahu, tempe, ikan asin dan gimbal jagung (dadar jagung,red) dan Sayurnya juga khas, sayur bayam, selada air, terung rebus dan sayur sawi.
"Kami sengaja menggelar event ini agar wisatawan bisa menikmati kuliner khas Banyuwangi, karena selain memiliki sejumlah destinasi wisata Banyuwangi kaya akan kuliner yang mempunyai cita rasa tersendiri," ujar Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.
Dikatan Bupati Anas, Festival Segotempong adalah bagian dari pengembangan wisata kuliner untuk memberdayakan masyarakat sebagai pelaku ekonomi. Dengan festival ini, cita rasa dan penampilan segotempong akan meningkat. Penjual mengerti bagaimana cara penyajian yang menarik wisatawan. Tindak lanjutnya nanti kami ingin setiap wisatawan yang datang ke Banyuwangi akan mencari segotempong,” ujar Anas.
Festival sego tempong yang akan dilaksanakan di Jl dr Soetomo, depan Hotel Blambangan itu dan akan dimulai pukul 08.00 WIB. Sebelum lomba, peserta akan menyaksikan demo masak sego tempong oleh Chef Marinka yang diundang sebagai tamu kehormatan.
Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) Banyuwangi, Alief Kartiono menambahkan, festival ini dibagi menjadi 4 kategori, yakni kategori A yang terdiri atas pedagang warung dan umum, kategori B terdiri atas hotel dan restoran, kategori C terdiri atas SKPD, koperasi dan perbankan, sedangkan kategori D terdiri atas organisasi wanita
“Saat berlomba mereka akan mengenakan celemek bertuliskan I Love Banyuwangi dan penutup kepala ala chef. Mereka akan berlomba menyajikan cita rasa, kebersihan dan cara penyajiannya. Ini kami maksudkan untuk ikut membranding warung sego tempong, sehingga masyarakat langsung bisa tahu warung sego tempong mana yang paling enak dan bersih,” kata Alief.
Selain untuk membranding warung segotempong, tujuan festival ini untuk membranding makanan khas Banyuwangi, dengan harapan setiap hotel, restauran bisa selalu menyediakan. Sehingga setiap ada tamu yang ingin mencicipi kuliner khas Banyuwangi bisa langsung tersedia.
Melengkapi kuliner di festival ini, akan digelar semacam food court (food area, red) yang menyuguhkan berbagai hidangan khas Banyuwangi. Diantaranya, sego cawuk, rujak soto, soto using, pecel rawon, pecel pithik, ayam pedas dan aneka jajanan khas Banyuwangi. Cenil,klepon, lopis, precet, lanun dan ketan gula merah, gethuk pisang.
“Selama menikmati festival masyarakat bisa langsung menikmati berbagai kuliner dan sekalian menikmati gelaran Banyuwangi Art Week yang memajang berbagai oleh-oleh dan kerajinan khas Banyuwangi,” kata Alief. (Humas Protokol)