Closing Ceremony ITDBI 2017 Berlangsung Meriah
Minggu, 1 Oktober 2017
BANYUWANGI -Closing Ceremony Internasional Tour de Ijen 2017, di Taman Blambangan Sabtu malam (30/9) berlangsung meriah dan bertabur atraksi.Tak hanya para riders dan official ITBDI saja yang hadir disini, namun juga ribuan masyarakat Banyuwangi juga turut menyaksikan acara ini.
Beragam atraksi menarik pun disuguhkan untuk menghibur para riders dan officials. Mulai dari penampilan talent Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2016 dengan memakai beragam kostum etniknya, seperti kostum putri Sri Tanjung dan patih Sidopekso. Mereka menari sambil diiringi musik yang menghentak.
Ribuan masyarakat yang hadir pun tampak larut dalam clossinhg ceremony ini dan memberikan standing applause kepada para telent BEC.Selain itu juga disuguhan musik dengan menampilkan penyanyi Bintang Pantura "Fitri Tamara" untuk mwnghibur riders dan official.
Ketua Ikatan Sepeda Sport Indonesia (ISSI) Jatim, Wahid Wahyudi yang turut hadir dalam acara ini, sempat memuji kehebatan Banyuwangi dalam menggelar event ini. Bagi Wahid event ini sangat bagus dan secara otomatis dapat mendongkrak pariwisata Banyuwangi. "Event ini tak hanya bisa menjadi kebanggaan Banyuwangi atau Jawa Timur tapi sudah bagi Indonesia, karena riders dari berbagai negara berlaga disini," ujarnya.
Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, mengatakan, Banyuwangi telah enam kali menggelar event ini, dari tahun ke tahun selalu kita perbaiki hal- hal kurang. ITDBI ini juga memperoleh predikat excellen dari UCI. Kunci dari kesuksesan gelaran ini kata Bupati Anas, berkat konsolidasi birokrasi bersama masyarakat, aparat keamanan yang berkerja sama dan gotong royong dalam event ini. Bahkan, di tahun ini pondok pesantren juga kita libatkan dalam event ini.
“Event ini tak hanya sebagai event sport, namun ajang internasional seperti Tour de Ijen sangat efektif dijadikan sarana pengenalan dan promosi terhadap tradisi pesantren yang merupakan ikon pendidikan asli nusantara, sekaligus mengampanyekan nilai-nilai toleransi. Makanya start etape terakhir tadi kita mulai dari pesantren. Kami ingin kenalkan ke publik global bahwa tradisi pendidikan Islam di Indonesia cukup khas dan punya sejarah panjang dalam menyemaikan nilai-nilai Islam yang penuh damai. Anak-anak muda Banyuwangi yang jadi pendamping tim-tim luar negeri telah kami minta untuk menjelaskan kepada mereka tentang apa itu pesantren dan perannya di Indonesia," terang Anas.
Hadir juga dalam closing ceremony ITDBI 2017 Asisten Deputi Pengembangan Segmen Pasar Bisnis dan Pemerintahan Kementrian Pariwisata, Tazbir yang juga mendukung penuh gelaran event ini. (*)