Cuti Bersama Berlalu, Bupati Langsung Gelar Rakor

Kamis, 23 Juli 2015


BANYUWANGI – Kemarin adalah hari pertama PNS mulai masuk kerja usai cuti bersama memperingati Hari Raya Idul Fitri 1436 Hijriah. Kesempatan tersebut tak disia-siakan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas untuk segera melakukan rapat koordinasi dengan para Kepala SKPD. Rakor tersebut dilangsungkan di Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu (22/7), setelah sebelumnya digelar halal bihalal antara bupati dan seluruh karyawan karyawati pemkab di halaman Pemkab Banyuwangi.

Di tengah suasana hangat idul fitri yang masih kental terasa, Bupati Anas mengingatkan kembali kepada seluruh pimpinan SKPD untuk kembali mengoptimalkan kinerja pasca lebaran. “Sekarang saatnya kita kembali bekerja,”tandas bupati.

Bupati Anas mengungkapkan, orientasi  pemkab  ke depan terletak pada peningkatan pelayanan publik utamanya di level kecamatan dan desa. Pelayanan publik tersebut juga  mencakup bidang pendidikan dan kesehatan. “Karena itu, saya minta Badan Pemberdayaan Masyarakat & Pemerintahan Desa (BPM&PD) memegang peranan penuh, dengan dibantu SKPD-SKPD lainnya,”ujar Bupati Anas.

Menurut Bupati Anas, agar seluruh pelayanan berjalan maksimal, perlu dilakukan penguatan-penguatan di 5 lini. “Yang pertama, harus ada konsolidasi infrastruktur, termasuk di dalamnya penguatan SDM atau infrastruktur aparatur desa. Kedua, perlunya konsolidasi penguatan Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM),” kata bupati. Sementara tiga penguatan lainnya adalah konsolidasi potensi desa, reformasi birokrasi yang harus terus berjalan seperti penerapan sistem keuangan akrual dan penerapan e-kinerja,  serta ruang-ruang publik yang menjadi sarana  interaksi sosial antara satu masyarakat dengan masyarakat lainnya yang perlu terus dijaga.

Di antara 5 penguatan yang disampaikannya, Bupati Anas menitikberatkan pada konsolidasi ketiga. Yakni konsolidasi potensi desa. “Masing-masing desa punya potensi sendiri-sendiri, misalnya di sektor pertanian, peternakan. Potensi tersebut  harus kita lejitkan,” tutur bupati.

Orang nomor satu di Banyuwangi itu  mencontohkan, di masa lalu, tiap-tiap desa punya kebijakan menamai  pasar sesuai nama harinya, seperti Pasar Senen, Pasar Rebo, Pasar Kliwon. “Orang jadi tahu kapan mereka harus membeli sayuran, kapan mereka bisa membeli ternak, atau di pasar mana mereka bisa membeli baju dan barang kerajinan,” bebernya.

Dari contoh yang dia ungkapkan, Bupati Anas menginginkan tradisi penamaan pasar sesuai dengan nama hari itu dihidupkan lagi di tiap-tiap desa. Sehingga dengan begitu, masyarakat juga akan mudah memasarkan berbagai potensi desanya, baik yang terkait bidang pertanian, peternakan maupun kerajinan. “Saya ingin tradisi itu dihidupkan lagi. Jika ini sukses, tahun 2016 akan aman bagi kita. Tahun 2016 kita bisa bikin ‘Desa Mandiri’,” kata Bupati Anas yang dalam waktu dekat berencana akan segera membuat pilot project Desa Mandiri.

Rakor itu juga dijadikan sarana pensosialisasian program-program besar yang akan direalisasikan pemkab  tahun 2016. Diantaranya finalisasi pasar terpadu, pembangunan jalan tembus Wiroguno, finishing pembangunan jalan lingkar barat, dan penyusunan secara bertahap rencana pembangunan jalan lintas timur. (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :