Dam Sangir Muncar, Jawara Lomba Fotografi Pengairan Banyuwangi

Kamis, 15 Desember 2016


BANYUWANGI – Banyuwangi punya keindahan alam yang seolah tak ada habisnya di-eksplore. Begitu  pula dengan potensi wisata airnya. Seperti yang diketahui, potensi wisata air mulai banyak diminati berbagai kalangan. Di antaranya sungai berarus deras sebagai wahana arung jeram, kali bersih, waduk, air terjun, irigasi, bahkan yang terbaru adalah rumah-rumah di tepian sungai yang disulap menjadi kampung warna-warni dan sangat diminati masyarakat untuk ber-selfie ria.

Potensi wisata air inilah yang kemudian dilirik Dinas Pekerjaan Umum (PU) Pengairan Kabupaten Banyuwangi dengan cara menggelar lomba foto pengairan. Lomba foto pengairan ini diadakan dengan maksud untuk semakin memajukan pariwisata Banyuwangi, sekaligus mendukung sektor pertanian Banyuwangi. Potret karya jurnalistik ini sendiri mengangkat tema ‘Sumber Daya Alam, Air, Irigasi dan Kali Bersih’.

“Lomba foto pengairan ini adalah  salah satu bentuk sosialisasi  dari Pemkab Banyuwangi kepada masyarakat akan pentingnya pelestarian alam, khususnya mata air di Banyuwangi. Lewat tangan-tangan kreatif para fotografer ini, tercipta destinasi-destinasi berbasis wisata air yang akan terus kita jaga dan kembangkan,” kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas saat menemui para pemenang lomba foto ini di Lounge Pelayanan Publik Kantor Pemkab Banyuwangi, Rabu petang (13/12).

Hasil karya para fotografer ini diakui Anas semuanya bagus dan memiliki sudut pandang yang unik-unik. “Orang  tidak akan mengira ada sungai dan irigasi sebagus itu di Banyuwangi. Mereka pandai menentukan angle sekaligus waktu pengambilan gambar yang tepat, sehingga menghasilkan gambar sesuai yang diinginkan,”ujarnya sambil melihat satu persatu dengan teliti  foto berbingkai pigura yang dibawa masing-masing pemenang. Sebagai bentuk penghormatan, Anas juga mengijinkan foto-foto para pemenang bisa dipasang di Lounge.

Sementara itu Kepala Dinas PU Pengairan, Guntur Priambodo menambahkan, lomba foto ini adalah suatu terobosan yang dibuat pemkab agar masyarakat paham spot-spot pengairan yang patut dijaga dan dilestarikan. “Ini sudah kami gelar sejak tahun lalu. Karena animo masyarakat sangat tinggi, tahun ini kami gelar kembali. Dan ternyata pesertanya lebih banyak dari tahun sebelumnya,” beber Guntur.

Dengan diadakannya lomba ini, Guntur berharap, kesadaran masyarakat untuk ikut menjaga kekayaan alam berupa potensi air ini akan menjadikannya destinasi-destinasi wisata baru yang menarik minat wisatawan untuk datang ke Banyuwangi. “Jadi irigasi tidak hanya berguna untuk mengairi sawah, tapi juga jadi destinasi wisata baru,” ujar Guntur.

Peserta lomba foto pengairan ini terbagi atas tiga kategori, yakni pelajar, mahasiswa dan umum. Tahun ini jumlah peserta dari kalangan pelajar sebanyak 61 orang. Ada 153 foto yang mereka ikutkan lomba. Di kategori mahasiswa diikuti 41 orang dengan jumlah foto 77 buah. Dan kategori umum diikuti 84 peserta dengan jumlah foto 225 foto. Peserta bebas mengikutsertakan karyanya lebih dari satu foto.

Total peserta 186 orang dengan jumlah total foto yang dilombakan 455 foto. Dibandingkan tahun sebelumnya, ada peningkatan peserta lomba sebesar 20,77 persen. Pada tahun 2015, jumlah pesertanya 154 orang, dan tahun ini meningkat menjadi 186 orang.

Setelah penjurian, terpilihlah beberapa pemenang. Di kategori pelajar, Juara I Shon Haji dengan judul Warna-Warni Bantaran Kali. Juara II Farid Anwar, judul foto Tak Kenal Lelah, Tak Kenal Panas Yang Ganas. Juara III Rizky Ananda dengan judul Berangkat Sekolah.

Kategori Mahasiswa, Juara I Marisca Yuni Andani dengan judul foto Dam Kawah Ijen Juara II Ahmad Safa’at dengan judul Irigasi Mensejahterakan Rakyat. Dan Juara III Fiqi Randi Kustiawan dengan judul Waduk Bajulmati.

Sedangkan untuk kategori umum, Juara I diraih Budi Wahono dengan judul foto Senja di Dam Singir. Juara II Bayu Catur Pamungkas dengan judul foto Cermin Kali Bersih. Juara III Fiqi Randi Kustiawan Bendungan di Atas Awan.

Salah satu pemenang dari kategori umum, Budi Wahono menyatakan rasa senangnya bisa terpilih menjadi Juara 1. "Saya sama sekali tidak menyangka bisa terpilih sebagai pemenang. Semua peserta karyanya keren-keren," aku Budi.

Budi yang judul fotonya  'Senja di Dam Singir, Muncar' membeberkan bagaimana karyanya bisa terpilih menjadi yang terbaik. "Sebenarnya karya saya biasa saja. Hanya saja karena saya ambil di waktu  senja, kesannya jadi beda," tutur lelaki kelahiran tahun 1979 ini. (Humas)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :