Danrem 083 Baladika Jaya Tegaskan TNI Ikut Wujudkan Ketahanan Pangan Daerah
Senin, 19 Januari 2015
BANYUWANGI - Komandan Resimen 083/ Baladhika Jaya, Kolonel ARM Totok Imam S. dengan tegas menyampaikan seluruh anggota TNI wajib ikut serta mewujudkan Ketahanan Pangan daerah. Hal ini disampaikan Danrem saat membuka pencanangan ketahanan pangan oleh TNI di Desa Ketapang, Kecamatan Kalipuro, Senin (19/1).
Danrem mengatakan sebagai negara agraris, Indonesia saat ini belum bisa mandiri di bidang pangan khususnya beras. Kebutuhan beras rakyat sebagian masih mengimpor dari negara tetangga. “Berangkat dari kondisi inilah Presiden Joko Widodo menginginkan agar negara kita bisa swasembada dan tidak tergantung beras impor,” kata Danrem pada acara yang juga dihadiri oleh Bupati Abdullah Azwar Anas.
Untuk mempercepat swasembada pangan, lanjut Danrem, Presiden pun menginstruksikan agar TNI terlibat dalam proses pertanian. “Melalui Kementrian pertanian kami diperintahkan untuk membantu petani, untuk itu tugas ini akan dijalankan dengan sungguh-sungguh dengan melibatkan seluruh danramil dan babinsa di daerah masing-masing,” ujar Danrem.
Caranya para Babinsa akan menjadi penyuluh pertanian dan ikut mengawasi semua proses pertanian. Mulai dari mengawasi ketersediaan pupuk dan proses ditribusinya, mengawasi pembibitan, pengelolaan tanaman sampai sistem panen. “Ini adalah perintah berarti wajib dijalankan. Bagi Baninsa yang tidak aktif ahrus siap diganti kapanpun,” tegas Danrem.
Untuk tugasnya tersebut, Danramil dan Babinsa akan dibekali dengan pengetahuan tentang pertanian melalui pelatihan. Selain itu mereka juga akan dibekali buku saku tentang seluk beluk pertanian. “ Tentunya akmi terus berkoordinasi dan bekerjasama dengan pemerintah daerah dalam melaksananakan tugas ini. Waktu yang diberikan bagi TNI untuk mendukung swasembada pangan maksimal 3 tahun,” cetus Danrem.
Disinggung tentang ppembagian tugas anggota TNI sebagai penyuluh ertanian sekaligus penjaga keamanan wilayah, Danrem mengatakan kalu keduanya akan berjalan beriringan. “Kami pasti akan membagi antara tugas mengamankan wilayah dengan membantu pertanian masyarakat. Mengurus pertanian sekaligus memantau keadaaan wialayah juga bisa dilakukan secara bersamaan. Istilahnya sambil menyelam minum air,” pungkas Danrem. (Humas Protokol)