Debu Vulkanik Anak Gunung Rinjani Sampai Banyuwangi, Bandara Blimbingsari Ditutup
Rabu, 4 November 2015
BANYUWANGI – Aktivitas Bandar Udara Blimbingsari ditutup total untuk sementara baik untuk aktivitas penerbangan komersial maupun pendidikan. Penutupan ini merupakan dampak abu vulkanis letusan Gunung Baru Jari, anak Gunung Rinjani, di Nusa Tenggara Barat (NTB) yang meletus sejak kemarin, Selasa (3/11).
Kepala Bandara Blimbingsari Sigit Widodo mengatakan penutupan bandara ini dilakukan sejak hari ini Rabu (4/11) mulai pukul 08.30 wib, hingga besok pagi Kamis (5/11) pukul 08.00 wib. Penutupan dilakukan karena debu vulkanik Gunung Barujari sudah mencapai wilayah udara Banyuwangi sejak pagi tadi mulai pukul 07.00 wib. Kondisi ini berpotensi membahayakan penerbangan
“Sebaran debu sepertinya semakin tak terkendali dan berpotensi membahayakan penerbangan. Maka bandara kami closed,” kata Sigit.
Terkait penutupan ini, lanjut Sigit, semua airline komersial yang melakukan penerbangan di Blimbingsari yakni maskapai WINGS dan Garuda sudah diinformasikan untuk tidak beraktivitas baik dari Banyuwangi maupun menuju Banyuwangi untuk sementara. “Tiga layanan rute penerbangan ke Banyuwangi sudah dibatalkan, satu dari Denpasar dan dua dari Surabaya,” cetus Sigit.
Begitu juga aktivitas latihan terbang 3 sekolah pilot di bandara Blimbingsari telah dihentikan. Semua pesawat latih diminta landing. “ Biasanya mereka sampai siang bisa 20-50 moving tapi hingga kini tetap close," tandasnya. Tiga sekolah pilot di Banywuangi adalah Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi, Bali International Flight Academy (BIFA), dan Mandiri Utama Flight Academy (MUFA).
Sigit menambahkan, penutupan bandara ini akan dikaji lebih lanjut dengan memantau perkembangan cuaca. Apabila sampai besok debu masih turun, maka penutupan bandara bisa diperpanjang. “Besok pukul 04.00 WIB, akan kita observasi lagi. Jika abunya masih berbahaya, aktivitas bandara belum akan dibuka,” katanya. (Humas Protokol)