Desa Gumirih Miliki Mobil Layanan Gratis Bagi Warganya

Kamis, 11 Agustus 2016


Banyuwangi - Beragam inovasi yang dilakukan Pemkab Banyuwangi, memantik aparat desanya untuk melakukan hal yang sama. Seperti yang dilakukan Kepala Desa Gumirih, Kecamatan Singojuruh yang membuat pelayanan kendaraan siap antar bagi warganya.

Ada inovasi menarik yang dilakukan Kepala Desa Gumirih Murai Ahmad untuk meningkatkan layanan sosial kemasyarakatan di desanya. Pihaknya menyediakan mobil serba guna hasil modifikasi yang stand by  24 jam di kantor desa untuk layanan apapun yang diperlukan masyarakat.

"Mobil itu siap dipakai kapan saja oleh warga desa yang membutuhkan. Warga tinggal hubungi pihak desa, bila mobil ada maka siap dipergunakan. Dan ini kami bebaskan biayanya," ujar Murai saat menceritakan tentang inovasinya di hadapan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Rabu (10/8) .

Murai pun menuturkan bahwa pengadaan mobil tersebut muncul dilatarbelakangi kesulitan warga saat sakit dan membutuhkan ambulans. Lalu tercetus ide membuat mobil multi fungsi, khususnya yang bisa mengangkut warga sakit.

"Semua ini awalnya karena saya prihatin melihat warga yang sakit dan butuh ambulans untuk mengantarkan. Mereka mau sewa ambulans, namun sering terkendala biaya. Akhirnya saya memberanikan diri membeli mobil Chevrolet tahun 1980 dan memodifkasinya, semua hanya habis Rp 22 juta. Warga juga ada yang sukarela membantu melengkapi mobil tersebut, seperti sirene mobil," jelas Murai.   

Murai memang sengaja melakukan modifikasi sedemikian rupa terhadap mobil tersebut agar warga bisa mempergunakan untuk beragam kebutuhan. Mobil kawak itu pun disulap menjadi mobil multi fungsi, mulai menjadi ambulance hingga menjadi alat angkut apapun yang dibutuhkan warganya.

"Ini bisa jadi ambulance untuk ngangkut orang sakit, bisa juga untuk membawa lemari dan barang lain warga yang pindahan," ujarnya sembari menunjukkan foto mobil multi fungsinya.

Untuk menambah daya tarik mobil tersebut, Murai juga mem-branding mobil tersebut dengan sejumlah sticker bertuliskan program-program pemkab yang menyasar ke amsyarakat pedesaan. Mulai dari Smart Kampung, Garda Ampuh dan juga Tim Pemburu Kemiskinan.

Murai mengakui bahwa mobil layanan desanya memang belum ideal apalagi untuk standar kendaraan mengangkut orang sakit. Namun, dengan keterbatasan Anggaran Dana Desa (ADD) yang dimiliki oleh desa Gumirih, menurut Murai semua harus bisa disiasati untuk memaksimalkan pelayanan kepada warga. Salah satunya dengan membuat mobil multi fungsi ini.  

"Ini memang sifatnya mobil emergency, jadi dipergunakan sewaktu-waktu saat mendesak. Karena bagi kami, sebuah desa yang telah smart kampung itu tidak harus identik dengan peralatan mahal, tetapi yang penting cerdas dalam memberikan pelayanan di tengah berbagai keterbatasan," pungkas Murai.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas pun mengapresiasi para kepala desa yang telah melakukan berbagai inovasi di daerahnya, termasuk Kades Gumirih tersebut. Untuk itu, Bupati Anas setiap bulan akan mengundang kades yang inovatif untuk berdialog, untuk berbagi pengalaman tentang pelayanan  publik. 

"Ini cara kami untuk bisa mengembangkan pelayanan ke masyarakat dengan melihat praktek di pemeritahan di desa. Selain juga bentuk apresiasi kepada para kepala desa yang memiliki inovasi yang kreatif dalam menerjemahkan smart kampung." kata Bupati Anas. (humas)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :