Dharma Wanita Dispendik Kabupaten Pasuruan Belajar Banyuwangi Berkebun

Senin, 14 Maret 2016


BANYUWANGI – Pesatnya berbagai kemajuan Banyuwangi tak lepas dari keikutsertaan berbagai elemen masyarakat. Salah satunya Dharma Wanita Kabupaten Banyuwangi.Hal itu menggelitik hati Dharma Wanita Dinas Pendidikan Kabupaten Pasuruan untuk  datang ke Banyuwangi, Minggu (13/3). Kedatangannya tersebut tak lain untuk belajar berbagai program yang tak dimiliki Dharma Wanita Kabupaten Pasuruan, salah satunya Banyuwangi Berkebun. “ Kami menilai Dharma Wanita Kabupaten Banyuwangi  ini kreatif. Programnya pun bersinergi dengan pemkab. Salah satunya yang menarik hati kami untuk datang kemari adalah program Banyuwangi Berkebun-nya pemkab yang juga melibatkan anggota Dharma Wanita Banyuwangi untuk aktif di dalamnya,” kata ketua rombongan, Indah Iswahyudi.

Indah mengaku, pihaknya tertarik untuk menerapkan program berkebun ini di tempatnya. “Kami ingin menerapkan hal yang sama di kantor PKK, sebab ini benefitnya banyak sekali, terutama jika anggota kami mengadopsi hal yang sama di rumahnya masing-masing. Syukur-syukur kami juga bisa menggandeng sekolah-sekolah untuk melakukan hal serupa.” terang  Indah.

Indah yang datang bersama 150 anggota Dharma Wanita Dispendik Kabupaten Pasuruan menyampaikan, selama ini di wilayahnya, dalam membuat program kerja selalu mengacu pada program kementerian. Misalnya Kota Ramah Anak. Pihaknya mengumpulkan ibu-ibu untuk meng-create makanan  yang sehat untuk siswa. “Di Pasuruan ada banyak sekolah. SD saja jumlahnya mencapai 750-an sekolah. Kami mengadakan lomba yang berbasis pembinaan untuk para ibu. Bagaimana menciptakan jajanan yang sehat untuk anak. Dengan berjualan makanan yang sehat otomatis income juga bertambah, kesehatan meningkat, dan pola hidup pun jadi sehat. Itu akan merubah kebiasaan  lama ibu-ibu yang biasa menjual makanan berpengawet ,” kata Indah.

Kedatangan Dharma Wanita Pasuruan ini disambut langsung oleh Ketua Dharma Wanita Banyuwangi, Susi Slamet Kariyono di pendopo kabupaten. Susi mempersilahkan untuk menimba ilmu banyak-banyak dari Dharma Wanita Banyuwangi. “Karena Banyuwangi itu kaya akan destinasi pariwisata, maka program kami juga  berorientasi pada wisata. Di antaranya Banyuwangi Berkebun, pembuatan handycraft, dan membuat pojok baca.  Yang terpenting, masyarakat juga harus memahami, wisata itu bukan berarti harus datang ke tempat wisata, tapi bagaimana kita menyulap suatu tempat menjadi tempat refreshing yang menyenangkan,” beber Susi.

Usai beramah tamah, rombongan langsung meluncur ke lokasi Banyuwangi Berkebun milik Dinas Kebersihan dan Pertamanan (DKP) Banyuwangi   yang berada di areal GOR Tawangalun Banyuwangi. Tak hanya sekedar melihat-lihat, mereka juga belajar langsung berbagai proses yang dilakukan, mulai dari pembibitan, cara bercocok tanam, pembuatan kompos, memberantas hama dengan cara yang alami, dan lain-lain,  dengan dipandu oleh Kepala DKP, Arief Setiawan.

“Ini bentuk pemanfaatan ruang yang bagus. Meski luasannya tidak terlalu besar tapi proses pembelajaran di dalamnya sangat optimal. Dengan belajar soal Banyuwangi Berkebun, saya yakin, pola hidup sehat akan semakin mudah dijalani. Masyarakat pun bisa lebih berhemat dari sisi ekonomi, sebab mereka bisa lebih memaksimalkan segala sesuatu dari pekarangannya sendiri dibandingkan harus membeli. Pokoknya kami tidak akan melewatkan banyak hal bermanfaat lewat pertemuan ini. Sharing program ini akan kami bawa pulang dan diterapkan di daerah kami,”tandas Indah.

Untuk diketahui, kebun milik DKP yang diberi nama E-Park ini memiliki luas lahan 2000 meter persegi. Disebut E-Park karena fungsinya sebagai sarana ekologi, edukasi dan ekonomi bagi masyarakat. Di areal ini terdapat 1 unit area pertemuan ukuran 4x6 meter, 1 unit hidroponik, 1 unit green house anggrek, 1 unit kandang ternak, 1 unit kolam terpal, 20 buah pot bunga hias, beberapa tanaman buah dalam pot (tabulampot), sayuran dan tanaman obat serta pompa air berukuran besar.  (Humas)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :