|
BANYUWANGI - Dharma Wanita Persatuan (DWP) telah menunjukkan kepeduliannya kepada pemberdayaan kaum perempuan.Kesan itu terlihat jelas dalam perayaan hari ulang tahun (HUT) ke-14 DWP yang diselenggarakan di Aula STIKES Banyuwangi,Rabu (11/12). Deretan batik karya para ibu pemenang lomba membatik dipajang bersebelahan dengan kreasi cinderamata dari bahan daur ulang.Sementara di sisi yang lain,para ibu anggota DWP juga memperjualbelikan hasil karyanya berupa asesoris serta aneka penganan dan minuman. Karya-karya kreatif itu sengaja ditampilkan untuk memotivasi kaum ibu lainnya untuk lebih berdaya guna.
Menurut Ketua DWP, Susi Slamet Kariyono, sejak dibentuk tahun 1974,DWP menjadi ujung tombak pengimplementasian program pemerintah di tengah masyarakat. Ke depan pihaknya berupaya terus meningkatkan kualitas anggotanya dan ikut membantu pemerintah mendukung suksesnya program-program pemerintah,khususnya yang terkait dengan program responsif gender.
Untuk memeriahkan hari lahirnya ini, DWP telah menyelenggarakan rangkaian kegiatan yang menyentuh langsung pada pemberdayaan masyarakat,khususnya para ibu. Antara lain sosialisasi perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS),sosialisasi pentingnya laktasi dan menjaga lingkungan sekitar agar terbebas dari asap rokok, pemberdayaan ekonomi keluarga berupa pelatihan membatik bagi para ibu dan pelatihan potong rambut bagi pemuda putus sekolah maupun anggota YKPTI,lomba MC dan desain bahan daur ulang untuk dirubah menjadi cinderamata serta bakti sosial ke YKPTI d anjangsana pasien di RSUD Blambangan. Upaya tersebut diapresiasi positif Pemkab Banyuwangi. Sekretaris Pemkab (Sekkab) Slamet Kariyono yang hadir mewakili Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan,sebagai organisasi istri PNS yang kukuh,bersatu dan mandiri, DWP diharapkan mampu melanjutkan peran dan pengabdian dengan penuh totalitas. "Kami berharap,DWP bisa meningkatkan peran yang konstruktif terhadap anggota dan keluarganya, memberdayakan kaum perempuan dan ikut berperan aktif dalam pembangunan,"harap Sekkab. Dalam kesempatan itu juga dilakukan pemotongan tumpeng dan doa bersama sebagai wujud rasa syukur atas usia DWP yang mulai beranjak remaja.
Berbagai hiburan ditampilkan untuk menyemarakkan acara ini. Diantaranya paduan suara dan samroh dari DWP, tarian jejer gandrung dan rhodat si'iran, serta penampilan dari siswi TK DWP yang membawakan tari semut angkrang dan mempersembahkan puisi khusus untuk para ibu. Juga ada puluhan door prize yang dibagikan untuk makin memeriahkan kegiatan tersebut. Sejumlah undangan tampak hadir dalam acara ini. Di antaranya Forum Pimpinan Daerah, Ny Dani Azwar Anas yang juga menjabat sebagai penasihat DWP, para kepala dinas dan camat, ketua organisasi wanita se-Kabupaten Banyuwangi, serta para pengurus dan anggota DWP.
Di akhir acara,sejumlah pemenang lomba mendapatkan penghargaan berupa piala dan hadiah. Berikut daftar pemenang lomba yang diharapkan bisa menjadi teladan bagi para ibu lainnya dalam memanfaatkan seluruh potensi diri yang dimiliki. Lomba MC : Juara I DWP Kecamatan Glenmore,Juara II DWP BAPPEDA Kabupaten Banyuwangi, Juara III DWP Kecamatan Glagah. Lomba Daur Ulang : Juara I DWP RSUD Blambangan,Juara II DWP Kecamatan Kabat,Juara III DWP Kecamatan Pesanggaran. Lomba Laporan Pelaksanaan Program Kerja (LPPK) : Juara I DWP Dinas Pertanian,Kehutanan dan Perkebunan; Juara II DWP Balai Pendidikan dan Pelatihan Perikanan; Juara III DWP Dispenda Tingkat I. Lomba Batik : Juara I DWP BPP-KB (ibu Adi), Juara II DWP BPM-PD (ibu Sultoni Munir), Juara III DWP Sekretariat Kabupaten Banyuwangi (ibu Iwan). (Humas & Protokol)
|