Dibuka Menko Maritim Rizal Ramli, Banyuwangi Art Week Angkat Tema Kerajinan Kelapa
Sabtu, 9 April 2016
BANYUWANGI - Selain menggelar festival kuliner Sego Cawuk, Banyuwangi Festival 2016 juga menggelar Banyuwangi Art Week (BAW). Sebuah etalase karya seni masyarakat Banyuwangi, yang menampilkan beragam produk kerajinan. Event ini dibuka langsung Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya Rizal Ramli, Sabtu (9/4) di halaman depan gedung seni budaya Banyuwangi.
Rizal Ramli mengatakan kreativitas yang dimiliki Banyuwangi ini layak untuk dicontoh. “Saya kira semua bisa belajar dari Banyuwangi yang tak berhenti untuk berbenah. Selain bersih, rapi, juga ada semangat di dalamnya. Termasuk bagaimana membangun keberpihakannya kepada rakyat biasa. Memberi ruang bagi rakyatnya,” puji Rizal Ramli.
Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas mengatakan, event ini digelar sebagai salah satu upaya untuk mengenalkan beragam produk kerajinan khas Banyuwangi dari para pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan Industri Kecil Menengah (IKM).
"Ajang ini sebagai upaya kami mengangkat dan mengenalkan produk-produk UMKM kami ke khalayak luas. Selain promosi kerajinan mereka, kami harapkan juga sebagai ajang bagi UMKM untuk bisa saling bertukar info dan wawasan bagaimana memasarkan produk dan meningkatkan kualitasnya," ujar Anas.
“Seiring dengan perkembangan pariwisata Banyuwangi, kami akan terus mendorong seni sebagai bagian dari industri kreatif yang mampu menghasilkan dampak ekonomi yang positif bagi masyarakat,”ujarnya.
Event yang diadakan untuk keempat kalinya ini, digelar 9 – 13 April 2016, dengan memamerkan produk-produk kerajinan khas Banyuwangi. Tahun ini BAW mengangkat tema besar kelapa. Kelapa dipilih lantaran Banyuwangi sebagai salah satu penghasil kelapa terbesar di Jawa Timur.
Beragam kerajinan dan olahan kelapa memenuhi pameran di sini. Mulai dari meja, kursi, lampu hias, pigura, miniatur kendaraan, ukiran, kalung, piring, gelas, vas, spatula, sendok hingga aneka gantungan kunci yang lucu.
Selain bahan kelapa, juga bisa ditemukan produk khas Banyuwangi seperti batik Banyuwangi, aksesoris, serta gimmick lain khas Banyuwangi. Event ini juga dilengkapi panggung apresiasi seni dan budaya untuk atraksi beragam seni dan budaya selama berlangsungnya pameran. Atraksi ini akan dilakukan pada malam hari.
Dalam atraksi nanti penonton disuguhi tampilan fashion on the street, dimana fashion ini akan menampilkan fashion show dengan beragama tema mulai dari Kebaya Manten Tradisional Modifikasi Banyuwangi hingga fashion berbahan dasar batik Banyuwangi.
Saat ini UMKM termasuk penopang gerak ekonomi Banyuwangi. Jumlah sektor UMKM di Banyuwangi mencapai sekitar 296.000 unit dengan penyerapan tenaga kerja 501.379 orang. Jumlah itu meningkat jika dibanding tahun 2011 yang hanya 131 ribu UMKM.
Kucuran kredit dari perbankan ke sektor UMKM Banyuwangi pun menembus angka Rp 1 triliun. Walhasil, sektor ini pun menjadi salah satu penyangga bagi gerak perekonomian di Bumi Blambangan.
"Kami tengah membangun digital market place. Kami pasarkan produk-produk UMKM kami yang berkualitas. SDM penunjangnya juga terus kami bina dan kembangkan," ujar Anas.
Selain dorongan pembiayaan, fasilitasi berupa pendampingan dan promosi giat dilakukan. Secara berkala, ada pendampingan dari pemkab melakukan pelatihan manajemen pemasaran dan diversifikasi usaha. Pendampingan pemasaran berbasis online juga dilakukan (Humas)