Dinkes Siagakan Ambulance dan Petugas Medis

Minggu, 8 September 2013


BANYUWANGI – Beratnya kostum yang dikenakan para peserta Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) 2013 juga membuat tim medis bersiaga. Kostum seberat 8 hingga 12 Kg yang dikenakan, jika kondisi kesehatan peserta BEC tidak fit, berpotensi menimbulkan kelelahan atau sesak napas hingga berakibat tak sadarkan diri. Apalagi mereka harus berjalan melewati runway sejauh 3 Km lengkap dengan koreografi sesuai iringan musik yang harus mereka tampilkan. Karena itulah Dinas Kesehatan (Dinkes) Banyuwangi menyiapkan tim medis dan ambulance di beberapa titik, Sabtu (7/9). Hal itu diungkapkan oleh Plt Kepala Bidang Pelayanan Kesehatan dan Farmasi (PKF) Dinkes Banyuwangi, dr Kurnianto. “Kami telah menyiapkan 14 ambulance beserta puluhan tim medis,”terang Kurnianto. Sebelas unit ambulance, ujar Kurnianto, diletakkan di beberapa titik statis atau titik rawan, sementara 3 ambulance lainnya bergerak mengikuti barisan BEC. Titik rawan yang dimaksud Kurnianto diantaranya tersebar di perempatan Masjid Agung Baiturrohman, Simpang Lima, halaman kantor Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, serta di halaman Pemkab Banyuwangi. Untuk mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, Dinkes juga menyiapkan klinik mini yang diletakkan di halaman pemkab. Klinik mini tersebut dilengkapi dengan emergency kits, obat-obatan, tenaga medis dan petugas Palang Merah Indonesia (PMI). Kurnianto menjanjikan, pihaknya akan mensupport penuh perhelatan Banyuwangi Festival (B-Fest) yang memasuki tahun kedua ini. “Kami akan terlibat penuh dalam seluruh event B-Fest hingga akhir Desember nanti. Termasuk menggandeng beberapa instansi kesehatan seperti klinik, puskesmas dan rumah sakit,” kata pria yang sekaligus menjabat sebagai Koordinator Pertolongan Pertama pada Gawat Darurat (PPGD) ini. (Humas & Protokol)


Berita Terkait

Bagikan Artikel :