DPD Aisyiah Silaturahmi Bersama Bupati Anas
Selasa, 20 Oktober 2015
BANYUWANGI – Tak ingin ketinggalan moment, sebelum masa jabatan Bupati Abdullah Azwar Anas berakhir, seluruh pengurus organisasi wanita kemasyarakatan Aisyiah, Senin (19/10) mengunjungi pendopo kabupaten yang tak lain kediaman dinas bupati. Kedatangan mereka untuk bersilahturahmi dengan Bupati Abdullah Azwar Anas.
Bertempat di halaman pendopo belakang para Pimpinan Cabang Asiyiah (PCA) se kabupaten ini diterima Bupati Anas. Tidak ada hal menegangkan dalam acara ini. Bupati Anas terlihat begitu ceria saat bertemu dengan ibu-ibu ini, begitu juga dengan para aisyah yang mengenakan baju batik hijau dipadu jarit tampak antusias. “Ini pertemuan yang istimewa bagi kami, di detik-detik akhir masa jabatannya kita masih bisa bersilahturahmi dengan Bupati. Mudah-mudahan silahturahmi ini akan berlanjut kembali,” ujar Ketua DPD Aisyiah, Dwi Deritaningtias, membuka sapaanya.
Selain bersilahturahmi, kata Deritaningtiyas, aisyiah menyampaikan selama ini pemerintah telah banyak menelurkan sejumlah program positif yang dirasakan masyarakat banyak. Tetapi masih ada sejumlah kekurangan perlu menjadi cacatan bagi pemerintah. Dari hasil evaluasi aisyiah , ada beberapa keluhan yang ingin kami sampaikan, salah satunya terkait hiburan karaoke yang ada di Banyuwangi. “Pak bupati saya sering lihat rumah-rumah karaoke kok masih ada penyanyinya yang seronok, loh katanya tidak boleh lah ini kok masih ada seperti ini. Begitu juga area Ruang Terbuka Hijau (RTH) di beberapa kecamatan peruntukkanya juga masih digunakan tempat main-main oleh remaja yang ngerti peruntukkan RTH,” kata Bu Derita.
Menjawab keluhan aisyiah ini, Bupati Anas menyatakan sudah hampir 4 tahun ini pemerintah telah melarang ijin rumah karaoke baru. “Kalau toh ada tempat karaoke baru, pasti tidak ada ijin. Bahkan pemerintah juga telah mengeluarkan perda terbaru, ijin karaoke lama harus menggunakan kaca yang transparan tidak boleh gelap. Tapi kami ucapkan terima kasih atas masukan ini. Kalau aisyiah yang melanggar aturan, laporkan ke satpol PP, pasti kami akan tindak tegas,” kata Bupati.
Selain itu, Bupati juga menganjurkan para ibu-ibu aisyiah ini untuk sesekali mengadukan segala temuannya ke DPRD, agar bisa beraudiensi dengan lembaga wakil rakyat. “Aisyiah ini adalah lembaga kontrol dari bawah, ya sekali-sekali ke DPRD untuk berdialog menyelesaikan masalah masyarakat bawah,” ujar Bupati Anas.
Selain itu, Bupati Anas pun juga membuka pintu lebar-lebar bagi organisasi kemasyarakatan ini untuk mensinergikan program positifnya dengan pemerintah. “Kalau ada program bagus, bisa digabungkan dengan pemkab, sampaikan ke kami.Karena pemerintah tidak akan bisa berjalan baik tanpa ada dukungan dari bawah,” pungkas Bupati Anas. (Humas Protokol)