DPRD Apresiasi Kinerja Bupati Anas
Kamis, 21 Mei 2015
BANYUWANGI - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Banyuwangi memberikan apresiasi atas kinerja positif Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, selama periode kepemimpinan tahun 2010-2015. Wakil Ketua DPRD Banyuwangi, Ismoko, mengatakan banyak keberhasilan yang telah dicapai oleh Pemerintah Daerah Kabupaten Banyuwangi dalam kurun lima tahun terakhir.
“Hal itu dibuktikan dengan cukup banyak penghargaan yang telah diterima oleh Pemda Banyuwangi, baik tingkat Nasional maupun tingkat propinsi,” kata Ismoko disela-sela sidang paripurna tentang Rekomendasi DPRD terhadap LKPJ Bupati Banyuwangi akhir masa jabatan periode 2010-2015, Rabu (20/5).Secara makro, kata dia, Banyuwangi berhasil bertransformasi jadi pusat pertumbuhan ekonomi baru di Jawa Timur dengan indikator kenaikan realisasi arus investasi dibanding bupati sebelumnya. Pada 2010, Ismoko membandingkan, realisasi investasi masuk tercatat di bawah Rp 1 triliun. Adapun tahun 2014 melonjak ke angka Rp 3,4 triliun.
Begitu pula kekuatan APBD Banyuwangi. Tahun 2010, APBD Banyuwangi hanya Rp 1,2 triliun, naik menjadi Rp 2,5 triliun pada 2015. Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari Rp 90,3 miliar di tahun 2010, kemudian naik menjadi Rp 283,3 miliar di akhir tahun 2014.
Meski demikian, kata dia, Kabupaten Banyuwangi berhasil menempati urutan 11 dari 50 kabupaten/kota terkaya se-Indonesia atau nomor dua terkaya di tingkat Provinsi Jawa Timur setelah kota Surabaya berdasarkan survei Majalah Warta Ekonomi. Menurut Ismoko, Banyuwangi layak karena memiliki pendapatan daerah yang tinggi, didukung oleh daya tarik investasi , infrastruktur daerah lengkap, dan kualitas masyarakatnya. “Seluruh capaian kinerja yang baik tentu karena hasil dan upaya kerja keras dari semua pihak. Kita tidak boleh terlena karena tantangan ke depan semakin kompleks,” ujarnya.
Di tengah capaian moncer itu, Ismoko memberikan saran dan masukan kepada Pemkab Banyuwangi yang dikemas dalam 14 urusan. Saran dan masukan bertujuan mendongkrak kinerja pemerintah di tahun-tahun berikutnya. Keempat belas urusan terdiri atas keuangan daerah; pendidikan; kesehatan; pariwisata; pertanian; koperasi dan UMKM, pekerjaan umum; sosial dan ketenagakerjaan; kependudukan; perijinan; pemberdayaan dan pembangunan desa; kelautan dan perikanan; peternakan; energi dan SDA; Lingkungan Hidup.
Sementara itu, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, merespons positif atas masukan dan saran yang disampaikan oleh DPRD. Ia akan membenahi beberapa sektor kinerja yang belum optimal seperti realisasi Pendapatan Asli Daerah dari pajak dan retribusi; pertanian; pariwisata; pendidikan; dan kesehatan.
Di sektor pajak, misalnya. Ia mendorong supaya wajib pajak lebih taat membayar pajak, khususnya hotel dan restoran. Kesadaran wajib pajak untuk membayar kewajibannya menjadi kunci penting dalam kesuksesan bidang ini. Di bidang kesehatan, Bupati Anas berkomitmen untuk memprioritaskan fasilitas rawat inap dan ambulan di setiap puskesmas. “Kami juga terus menambah tenaga dokter karena Banyuwangi butuh banyak tenaga medis,” ujar Bupati Anas.
Sementara sektor pariwisata, kata Anas, kontribusinya saat ini memang belum berdampak langsung terhadap PAD. Namun bidang ini telah memberikan dampak turunan luar biasa bagi masyarakat dan pelaku usaha jasa. “Jasa pariwisata seperti rental mobil, tour n travel, penyewaan homestay, hotel dan restoran semuanya tumbuh dengan pesat. Inilah dampak langsung yang dirasakan rakyat dari menggeliatnya sektor pariwisata,” ujar Anas.
Adapun di bidang pendidikan, ia telah melarang keras kepada sekolah menarik pungutan atau iuran di luar ketentuan resmi. Bupati Anas juga akan menambah infrastruktur pendidikan dan bea siswa bagi siswa miskin dan berprestasi. “Pungutan itu atas kesepakatan orang tua siswa melalu komite sekolah. Kalau ada orang tua siswa keberatan, bisa mengajukan protes ke dinas pendidikan baik individu maupun kelompok. Dana BOS itu sebetulnya cukup untuk mengelola sekolah, karena itu engan tegas saya melarang pungli,” ujarnya. (Humas Protokol)