DPRD Tulungagung, Kota Cirebon, dan BPMPD Provinsi Jabar Kunker ke Banyuwangi
Jumat, 11 November 2016
BANYUWANGI; Setelah dinobatkan sebagai jawara UNWTO Awards for Excellence and Innovation in Tourism untuk kategori ”Inovasi Kebijakan Publik dan Tata Kelola” pada 20 Januari 2016 lalu, Banyuwangi semakin banyak mendapatkan kunjungan daerah lain yang ingin belajar pengelolaan pariwisata. Sebanyak 20 orang anggota DPRD Kabupaten Tulungagung berkunjung ke kabupaten berjuluk The Sunrise of Java ini, Jumat (11/11), untuk mempelajari lebih jauh bagaimana Banyuwangi mengembangkan pariwisatanya.
Ketua DPRD Kabupaten Tulungagung, Supriyono, mengatakan pihaknya sangat kagum dengan pesatnya perkembangan pariwisata di Banyuwangi. Inovasi pengembangan pariwisatanya pun, lanjut dia, sudah membuahkan penghargaan dari pemerintah pusat dan juga dunia.
“Banyuwangi ini pintar sekali menggali potensi pariwisatanya. Pandai menangkap peluang dari lokasinya yang dekat dengan Bali. Dengan menyediakan beragam fasilitas yang memadahi, saya kira Banyuwangi sudah mulai berhasil menggeret wisatawan yang mulai jenuh dengan suasana Pulau Dewata. Atas dasar itu, kami sangat tertarik menggali kiat-kiat bagaimana kabupaten ini mengembangkan pariwisata,” kata Supriyono saat diterima oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Banyuwangi, Djajat Sudrajat, yang didampingi Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kabupaten Banyuwangi, Sudjani, di Lounge Pelayanan Publik Pemkab Banyuwangi.
Salah satu yang ingin dipelajari, imbuh Supriyono, adalah penyelenggaraan event Banyuwangi Ethno Carnival (BEC). Mulai dari pendanaan, konsep, hingga teknis pelaksanaaanya. “Kami sangat tertarik event BEC nya Banyuwangi. Megah dan selalu meriah. Ke depan kami pun berencana menggelar acara serupa dengan mengangkat kearifan lokal daerah kami. Makanya kami ingin mempelajari kunci suksesnya,” kata Supriyono yang mengaku kedatangannya ini sekaligus untuk menyaksikan BEC secara langsung, besok Sabtu (12/11).
Banyuwangi Ethno Carnival (BEC) adalah parade fashion etnik yang digelar setahun sekali dengan mengangkat tema kearifan lokal Banyuwangi. Tahun ini, BEC mengusung tema asal - usul nama Banyuwangi 'The Legend of Sritanjung Sidopekso'. Karnaval megah ini menghadirkan ratusan talent yang memperagakan ragam busana tokoh legenda Banyuwangi yang ditampilkan dalam balutan desain kontemporer.
Selain DPRD Kabupaten Tulungagung, di waktu yang bersamaan rombongan Walikota dan DPRD Kota Cirebon juga berkunjung ke Banyuwangi untuk belajar tentang pengendalian tata ruang dan sistem keuangan Banyuwangi. Selain itu, juga ada rombongan Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (BPMPD) Provinsi Jawa Barat yang ingin belajar pelayanan publik. (Humas)