Dua Bulan Bisa Lunasi PBB 2015, Desa Sumbergondo Raih Penghargaan Pelunasan Tercepat

Selasa, 5 Januari 2016


Dua Bulan Bisa Lunasi PBB 2015, Desa Sumbergondo Raih Penghargaan Pelunasan Tercepat

BANYUWANGI – Desa Sumbergondo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi mendapatkan penghargaan dari pemkab Banyuwangi sebagai desa yang paling cepat pelunasan Pajak Bumi dan Bangunan Perkotaan dan Pedesaan (PBB- P2). Hanya dalam kurun dua bulan, desa ini bisa melunasi semua tagihan PBB desanya. Penghargaan ini disampaikan Asisten Administrasi Umum, Fajar Suasana, saat penyerahan Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) tahun 2015, di Pendopo Shaba Swagata, Selasa (5/1).

Dari 189 desa dan 28 kelurahan di Banyuwangi, Desa Sumbergondo tercatat sebagai desa paling cepat dalam pelunasan PBB 2015. Hanya butuh dua bulan, warga desa ini bisa melunasi PBB-nya dengan jumlah total pelunasan Rp 86.475.848.

"Februari 2015, Sumbergondo sudah melunasi semua tagihan PBB. Sementara Bangorejo menjadi kecamatan dengan realisasi PBB tertinggi, yakni Rp 1,29 miliar dari jumlah 36.873 SPPT," kata Kepala Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Soedirman.

Soedirman melanjutkan, penghargaan SPPT ini  merupakan wujud apresiasi bagi para pemungut pajak yang telah memberikan sumbangsihnya terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD). Mereka yang melunasi pajaknya dengan cepat, kata dia, akan mendapat reward dari pemerintah, salah satunya diberikan keleluasaan mengusulkan pembangunan di wilayahnya melalui musrenbang.

"Usulan pembangunan mereka menjadi prioritas kami. Mulai dari pembangunan jalan, rehab gedung layanan publiknya, hingga program pemberdayaan masyarakatnya,” kata Soedirman. Pelunasan PBB di tingkat kelurahan diraih Kelurahan Pengantigan dengan realisasi 88,5 persen dari target atau sebesar Rp 265.369.179.

Sementara itu, Camat Glenmore Susanto Wibowo, mengatakan cepatnya pelunasan desa ini tak lepas dari sejumlah kiat yang diterapkan aparat desanya. Mereka, kata Susanto, di setiap awal tahun membagikan kupon undian berhadiah bagi semua warga wajib PBB.

"Trik ini jitu juga, warga banyak yang segera membayar dengan pancingan hadiah utama sepeda motor bebek keluaran terbaru. Apalagi, bayar pajak PBB kan nominalnya tidak besar, tapi hadiahnya menjanjikan," ujar Camat Glenmore.

Dijelaskan Susanto, trik ini awalnya dilakukan untuk memancing warga agar segera membayar PBB. Ternyata, setelah berjalan beberapa tahun ini sudah mulai tumbuh kesadaran warga untuk membayar PBB tepat waktu.

"Yang 2016 ini saja Desa Sumbergondo sudah lunas juga. Warga sekarang sudah sadar bahwa kewajiban membayar harus segera dilakukan," ujar Susanto dengan bangga.

Ditambahkan Soedirman, pada tahun 2015, perolehan PAD Banyuwangi berhasil melampaui target yang telah ditetapkan. Dari target yang sebesar Rp 249 miliar, PAD terealisasi hingga Rp 303 miliar. Dari pencapaian itu, PBB merupakan penyumbang ketiga terbesar perolehan PAD dari sektor pajak yang besarnya Rp 26 miliar.

"Tahun 2016 ini, kami targetkan PBB –P2 bisa capai Rp 27,5 miliar dari jumlah SPPT yang 779.288 lembar,” ujar Dirman.

Sejumlah inovasi pun akan dilakukan untuk mencapai target tersebut. Mulai dari pemberian honor bagi pendistribusi SPPT dan memberikan layanan Short Message Service(SMS) Center PBB yang memuat segala informasi PBB-P2. "Masyarakat bisa langsung bertanya ke kami tentang masalah PBB lewat layanan ini," pungkas Soedirman. (Humas Protokol)  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :