Dua Hari, Empat Kabupaten/Kota Studi Comparatif Ke Banyuwangi
Selasa, 16 Juni 2015
BANYUWANGI – Pesona Kabupaten Banyuwangi yang banyak menorehkan prestasi ini, menjadi jujugan studi comparatif kabupaten / kota di Indonesia. Dalam dua hari Banyuwangi kedatangan empat kabupaten/kota, yakni Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan; Kota Blitar; Kabupaten Pangandaran, Provinsi Jawa Barat; dan Kota Samarinda, Provinsi Kalimantan Timur.
Di hari pertama Senin, (15/6) dari Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, Kota Blitar dan Kabupaten Pangandaran. Di hari kedua Selasa (16/5) Kota Samarinda.
Dari Luwu, rombongan anggota panitia khusus (pansus) DPRD Luwu yang disertai Wakil Bupati Luwu, Amru Saher serta pejabat teras Pemkab Luwu. Para wakil daerah ini diterima Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widiyatmoko, didampingi Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra, Wiyono dan Kepala Bappeda Agus Siswanto di Aula Rempeg Jogopati.
Ketua DPRD Luwu, Andi Abdul Muharir menyatakan, banyaknya prestasi Banyuwangi menginspirasinya untuk menimba ilmu di kabupaten yang bertajuk The Sunrise of Java ini. Banyuwangi, kata Andi, juga dinilai sangat bagus dalam penataan tata ruang kotanya. Apalagi, setelah menyandang kabupaten dengan perencanaan terbaik se Indonesia, semakin membuat kami ingin belajar ke sini. Apalagi saat ini kami tengah menyusun perda tata ruang wilayah perkotaan dan zonasi,” kata anggota DPRD Luwu dari fraksi Golkar ini.
Selain itu, pemkab Luwu juga ingin mem-benchmark pariwisata Banyuwangi yang memiliki potensi mirip Kabupaten Luwu. “Pemerintah Banyuwangi sangat pandai dalam membangun pontensi wisata yang ada. Hanya dalam kurun waktu yang tak lama, Banyuwangi sudah mampu meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pariwisata. “Dan kami sudah membuktikan sendiri ternyata benar. Sejak kami masuk Banyuwangi kemarin kotanya bersih, tidak ada papan reklame atau baliho berseliweran di sepanjang jalan. Kami benar-benar ingin meniru,” kata Andi.
Hal yang sama juga disampaikan tiga kabupaten/kota yang berkunjung ke Banyuwangi, mereka juga ingin meng-adopt beberapa program yang dirasa pas untuk di bawa pulang ke daerahnya.
Melihat hal ini, Wabup Yusuf menyatakan terima kasih dengan kehadiran para wakil daerah ini. “Ini adalah moment yang pas untuk sama –sama belajar memajukan daerah. Kita akan sama-sama saling tukar ilmu untuk dijadikan pijakan pengembangan di wilayah masing-masing,” kata Wabup.
Khusus penataan ruang kota, kata Wabup, pemerintah memang cukup ketat dalam melakukan penertiban. Selain telah diperdakan, pemerintah selalu tegas dalam hal penertiban spanduk dan baliho. Ini semata-mata biar masyarakat tidak silau dengan banyaknya reklame sehingga kota terlihat teduh dan nyaman.
Sebelum para utusan daerah ini dialog di Aula Rempeg, mereka diajak mengunjungi lounge Pemkab Banyuwangi. Lounge adalah ruang pelayanan publik yang didesain khusus dengan arsitek moderen, dilengkapi IT yang bisa mengakses semua informasi tentang layanan publik di pemkab Banyuwangi. (Humas Protokol)