Fakultas Kedokteran UNAIR Akan Jadikan Banyuwangi Lokasi BKM

Jumat, 30 September 2016


BANYUWANGI – Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Airlangga (UNAIR) Surabaya memilih Banyuwangi sebagai tempat pelaksanaan program Bimbingan Kesehatan Masyarakat (BKM) bagi mahasiswanya. Dekan FK Unair, Prof. Dr. dr. Soetojo, SpU(K), pun turun langsung ke daerah di ujung timur Pulau Jawa itu untuk menjajagi kemungkinan kerja sama tersebut, Jumat (30/9).

BKM merupakan program yang menerjunkan langsung para mahasiswa di tengah masyarakat untuk membantu masyarakat memecahkan permasahan kesehatannya. Mereka akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas.

Dikatakan dr. Soetojo, alasannya memilih Banyuwangi sebagai daerah pelaksanaan program tersebut karena Banyuwangi dianggap sebagai daerah yang tepat. Selain situasi daerahnya kondusif, masyarakatnya ramah, juga karena pariwisatanya sudah sangat berkembang. “Kalau dikirim kesini (Banyuwangi-red) pasti mereka senang. Selain membantu meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat setempat, mereka bisa menjajal kuliner dan destinasi wisata Banyuwangi yang saat ini sedang menjadi primadona dimana-mana,” kata dr. Soetojo saat diterima Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko di Lounge Pelayanan Publik milik Pemkab Banyuwangi.

Dia menambahkan, sebelumnya tim FK Unair sudah melakukan survey di wilayah Banyuwangi. Hasilnya, Banyuwangi dianggap memenuhi persyaratan yang telah mereka tetapkan. Misalnya, kondisi fisik dan kelengkapan peralatahan medis, serta kualitas penanganan pasien di puskesmas-puskesmas di Banyuwangi sudah baik.  “Kita hari ini mau kulonuwun (permisi) untuk kerjasama. Alhamdulillah Pak Wabup menerima dan menanggapi dengan baik. Setelah ini tinggal kita bicarakan detail teknisnya sebelum perjanjian kerjasama kita teken,” imbuh dia.

Setelah kerjasama ini disetujui kedua belah pihak, dia melanjutkan, FK Unair akan mengirimkan ratusan mahasiswanya untuk praktik ke Banyuwangi. Dalam satu tahun akan ada dua gelombang, dengan 60 mahasiswa dalam setiap gelombangnya.

Mahasiswa-mahasiswa tersebut akan ditempatkan di puskesmas-puskesmas rawat inap yang ada di wilayah pedesaan di Banyuwangi. Mereka ini akan membantu pengobatan langsung kepada pasien, maupun melakukan kegiatan kesehatan kepada masyarakat, baik yang bersifat preventif maupun promotif. “Kita ingin program ini secepatnya berjalan. Gelombang pertama kita rencanakan pada Bulan November 2016 atau awal 2017. Kita akan sebar mereka di 5-10 puskesmas,” terang dr. Soetojo.

Sementara itu, Wakil Bupati Banyuwangi Yusuf Widyatmoko menyambut baik maksud kerjasama tersebut. Menurut dia, kerja sama ini akan memberi keuntungan kepada Banyuwangi. Dengan masuknya mahasiswa kedokteran ke desa-desa, pelayanan puskesmas diharapkan akan semakin baik. “Selain itu, posyandu-posyandu juga akan semakin hidup,” kata Wabup.

Mahasiswa kedokteran, lanjut dia, juga bisa membantu puskesmas setempat untuk mensukseskan program-programnya. “Para calon dokter ini bisa membantu memberikan penyuluhan kepada masyarakat bagaimana mencegah maupun menangani suatu penyakit, atau pun memberi pengetahuan tentang kesehatan lainnya. Seperti  menjaga kebersihan, dan mengatur sirkulasi udara serta cahaya di dalam rumah,” pungkas Wabup. (Humas).

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :