Fasilitas Kesehatan International Tour de Banyuwangi Ijen Terbaik di Asia Pasific
Minggu, 15 Mei 2016
BANYUWANGI - Kesuksesan penyelenggaraan Even International Tour De Banyuwangi Ijen tidak hanya dinilai atas suksesnya kompetisinya saja tapi banyak hal lain yang ikut menentukan. Salah satunya adalah fasilitas kesehatan selama ITdBI berlangsung. Selama ITdBI berlangsung fasilitas kesehatan menjadi salah satu faktor pendukung even ini meraih predikat excellence dan menjadikan balap sepeda ini sebagai tujuh terbaik kejuaraan balap sepeda di Asia oleh Union Cycliste Internationale (UCI).
Kepala Dinas Kesehatan Banyuwangi dr. Wiji Lestariono mengatakan Fasilitas kesehatan ITdBI ikut memberi nilai pada perolehan Exellence balap sepeda 2.2 ini. Bahkan fasilitas kesehatan ITDBI dinilai menjadi yang terbaik di Asia Pasifik oleh Race Director ITdBI.
“Race Director Pak Jamaludin Mahmud bilang kalau ITdBI mendapatkan level excellence dua tahun berturut-turut salah satunya didukung fasilitas kesehatan yang lengkap. Kami dinilai memiliki kelebihan dibandingkan beberapa even internasional lain seperti di Malaysia dan Jepang, bahkan jadi yang terbaik di Asia Pasifik” kata dr Rio sapaan akrabnya.
Beberapa kelebihan fasilitas kesehatan ITdBI adalah tersedianya pos kesehatan di sepanjang rute selama empat etape. Jumlahnya pun tidak sedikit, 88 unit pos kesehatan di sepanjang rute, selama 4 etape yang masing-masing dilengkapi dokter, perawat, ambulance dan driver. Selain itu tersedianya fasilitas mini hospital atau rumah sakit kecil yang dibangun di lokasi finish.
Mini hospital ini berukuran 6x20 meter dan memiliki fasilitas 10 bed pasien yang masing-masingnya dilengkapi satu orang dokter dan satu perawat, tabung oksigen dan kelengkapan medis lainnya.
“Dokter dan perawat yang terlibat pada even ini mencapai 200 orang lebih. Mereka semua berasal dari seluruh rumah sakit swasta maupun pemerintah di Banyuwangi yang saling bergotong royong menyukseskan even ini,” cetus dr. Rio. Selain fasilitas tersebut juga tersedia 2 orang dokter race dan dua buah ambulance yang ikut mengiringi pembalap sepanjang rute.
Sementara itu penanganan medis yang diberikan oleh fasilitas kesehatan ini berupa pertolongan pertama bagi pembalap yang mengalami cedera. Mulai dari luka lecet, luka sobek sampai patah tulang. Namun pelayanan tidak hanya diberikan bagi cyclist saja tapi juga seluruh official team, panitia dan semua pihak yang terlibat pada ITdBI. “Semua bisa mendapatkan penanganan medis mulai dari garis start sampai di lokasi finish” ujarnya.
Untuk mempertahankan predikat excellence tersebut lanjut dr. Rio, fasilitas kesehatan ITdBI 2016 disiapkan dengan matang. Semua fasilitasnya dipertahankan bahkan secara teknis ditingkatkan.
“Untuk tahun ini kami menyiapkan fasilitas yang sama seperti tahun kemarin tapi secara teknis seperti penanganan medisnya kami tingkatkan, ” ujarnya.
Ditambahkan dr. Rio, fasilitas kesehatan selama ITdBi berlangsung merupakan hasil sinergi 14 rumah sakit baik milik swasta maupun pemerintah daerah di Banyuwangi yang tergabung sebagai tim kesehatan. Dengan gotong royong, mereka menyediskan dan mengelola bersama fasilitas kesehtan.
“Selama ItdBI berlangsung sekaligus menjadi forum silaturahmi seluruh rumah sakit di Banyuwangi," pungkas dr. Rio. (Humas)