Festival Patrol Semarakkan Banyuwangi Festival Ramadhan
Jumat, 24 Juni 2016
Patrol adalah musik etnik khas Banyuwangi yang seluruh instrumennya terbuat dari bambu dengan bentuk gong, kempul, angklung, kendang, dan seruling. Dimainkan oleh sekolompok orang, tradisi bermusik ini biasanya dimainkan untuk membangunkan warga untuk bersahur di Bulan Suci Ramadhan. Syair-syair yang dinyanyikan biasanya mengambil dari kitab Barjanji dan lagu daerah Banyuwangi.
Peserta festival patrol ini dihimpun dari seluruh kecamatan yang ada di Banyuwangi. Masing-masing kecamatan akan mengirimkan satu kelompok grup patrol, total ada 24 grup yang akan berlomba.
“Dalam berpatrol ini peserta tidak dibolehkan membawa benda-benda yang membayakan. Seperti, obor, petasan atau sejenisnya. Sehingga suasana bulan Ramadhan tetap terasa tenang. Untuk menopang bunyi alat musik agar lebih keras, peserta bisa gunakan aki,” kata Bramuda. Selama dua malam mereka akan berkeliling ke kampung-kampung.
Festival patrol ini akan nantinya akan dipilih lima grup terbaik. Mulai dari teknik penabuhan patrol, atraksi penampilan, harminisasi antara irama musik dan gending yang dibawakan. Selain juga kekompakan, semangat dan ketertiban saat berpatrol.
<p 0cm="" 6pt;text-align:justify;background-image:initial;background-repeat:initial"="">Festival Ramadhan sebelumnya telah dimeriahkan festival Hadrah Pelajar 10 - 11 Juni, Tartil Al Quran 9 - 27 Juni, Festival Patrol26 - 27 Juni, dan Banyuwangi Islamic Expo dari 8 - 18 Juni 2016. Festival Ramadhan sendiri adalah rangkaian dari Banyuwangi Festival 2016. (Humas)