Forpimda Bersama Lintas Agama Deklarasikan Penolakan ISIS

Selasa, 19 Mei 2015


BANYUWANGI –Menyikapi semakin maraknya gerakan Islamic State of Iraq and Syria (ISIS) yang mulai menyebar ke penjuru tanah air, Dandim 0825 Letkol Kav Mangapul Hutajulu, Kapolres Banyuwangi, AKBP Tri Bisono Soemiharso, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, Danlanal Letkol Laut (P)) Wahyu Endriawan bersama pimpinan lintas agama, elemen dan organisasi masyarakat (ormas) kembali menggelar deklarasi penolakan ideologi ISIS.

Jika sebelumnya Forum Pimpinan Daerah (Forpimda) bersama tokoh lintas agama telah menggelar deklarasi serupa, Selasa (19/5) kembali digelar deklarasi penolakan ISIS. Deklarasi penolakan ini ditandai pembacaan pernyataan dan penandatangan penolakan ISIS. Kegiatan yang digelar di  Aula Komandan Kodim 0825 ini juga disaksikan puluhan tokoh dari berbagai lintas agama. Ada lima item isi dari Deklarasi ini, diantaranya, menolak dengan tegas keberadaan ISIS dan segala bentuk kegiatannya di NKRI khususnya wilayah Banyuwangi. Menolak segala bentuk kekerasan atau terorisme dengan mengatasnamakan agama serta siap menjaga umat dari kemungkinan ajaran agama dan menolak segala penyimpangan.

Sebelum melakukan penandatangan deklarasi, Ketua I MUI Kabupaten Banyuwangi, KH Muhydin Abdul Ghoni, menegaskan sebagai pimpinan organisasi umat Islam, MUI telah menggaris merah keberadaan ISIS yang dinilai sebagai muslim radikal. Dikatakan radikal karena mempunyai kebijakan yang menyimpang dari ajaran Islam. Salah satunya, siapa yang tidak mengikuti ajaran ISIS akan dibunuh dengan kejam.

Padahal kata KH Muhyidin, Islam adalah agama yang selalu mengedepankan ajaran rahmatan lil alamiin jauh dari norma-norma kekerasan. Sementara ajaran ISIS ini sudah menyimpang jauh dari Islam. “Dapat dibayangkan bagaimana jika ISIS masuk di Indonesia khususnya Banyuwangi. Untuk itu kami MUI bersama Forpimda menyatakan ISIS haram hukumnya dan meminta warga waspada,” kata KH Muhydin.  

Hal yang sama juga disampaikan Kapolres Banyuwangi, AKBP Tri Bisono Soemiharso agar masyarakat benar-benar waspada terhadap bahaya ISIS. “Karena ISIS banyak menawarkan iming-iming yang menjanjikan, seperti ajang jihad eksklusif dengan gaji besar, bahkan ada yang menawarkan ada umroh gratis. Kami minta masyarakat benar-benar paham akan hal ini,” kata Kapolres.  

Begitu juga Dandim Letkol Kav Mangapul Hutajulu meminta masyarakat untuk meneguhkan menguatkan hati dalam penolakan ISIS ini. “Sebagai pelindung masyarakat kami bersama tokoh lintas agama sepakat menolak ideologi ISIS. Mudah-mudahan kita selalu dikuatkan,” kata Dandim.

Sementara itu Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menambahkan untuk membentengi masyarakat khususnya anak-anak terhadap bahaya ISIS ini, bisa dilakukan dengan langkah intelektual. Karena penyebaran ISIS sudah tak lagi secara sembunyi-sembunyi tetapi sudah melalui Informasi Teknologi (IT). Dan mereka telah memiliki 1.900 domain lebih.

“Ini menunjukkan kehadiran ideologi ISIS sudah langsung ke ranah privat. Saya khawatir dengan anak-anak muda yang tiap hari demam IT akan mudah terprovokasi. Karena itu dalam mengantisipasi ini kita butuh langkah intelektual. Salah satunya, kita ajak para netizen ini untuk kumpul bareng. Dengan begitu kita bisa sebarkan virus positif tentang agama atau pengajian ke media sosial. Mudah-mudahan dengan cara ini juga bisa membentengi masyarakat dan anak muda,” kata Bupati Anas. (Humas & Protokol)  

 

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :