Forum Diskusi Radio Gelar Pertemuan di Banyuwangi

Minggu, 31 Mei 2015


Diikuti Ratusan Praktisi Radio Se- Jatim, Bali dan Kalimantan

BANYUWANGI – Ratusan praktisi radio se-Jawa Timur, Bali dan Kalimantan berkumpul di Aula Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan (STIKES) Banyuwangi, Sabtu (30/5). Para insan radio yang tergabung dalam Forum Diskusi Radio (FDR) ini menyelenggarakan pertemuan rutin tahunan yang biasa mereka gunakan untuk meng-upgrade kemampuan mereka masing-masing.

FDR adalah salah satu forum yang dikelola oleh radio. Berdiri pada tahun 2008, pada awalnya membernya hanya dua orang. Namun berkat upaya pendirinya yang pantang menyerah, hingga saat ini anggotanya sudah mencapai 600 orang dan tersebar di seluruh Indonesia.

Tak hanya silaturrahim dan  sharing ilmu lewat kelas khusus yang membahas tentang Program Creative, Marketing Creative dan Production Creative, para peserta juga diberi kesempatan untuk berdiskusi seputar radio dalam forum yang merupakan Road to FDR Summit yang diadakan di Bali, November mendatang tersebut.

Wakil Presiden FDR, Heru Soleh mengatakan, Banyuwangi dipilih sebagai tempat digelarnya acara ini karena Banyuwangi adalah daerah di Jawa Timur yang sekarang tengah ‘naik daun’. Berbagai hal yang dibuat Banyuwangi, ujar Heru, menggelitik banyak orang untuk datang berkunjung. Keputusan untuk memilih Banyuwangi pun berasal dari para peserta FDR tahun lalu yang digelar di Malang.

“Nggak cuma peserta aja yang kaget dengan perubahan Banyuwangi. Saya aja yang sudah dua kali datang ke  Banyuwangi pada tahun 2005 dan beberapa tahun sebelumnya, merasa surprise melihat perubahan Banyuwangi yang pesat ini,” kata Heru. Karena itu, lanjutnya, keputusan untuk mengadakan diskusi di Banyuwangi ini bukanlah keputusan yang keliru. Peserta bisa nyaman berdiskusi, sambil nantinya berjalan-jalan ke destinasi pariwisata Banyuwangi sambil menikmati event yang diadakan, sekaligus kulinernya yang unik.

Saat menghadiri kegiatan tersebut, Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas menyatakan rasa terima kasihnya telah dipercaya menjadi tuan rumah. Bupati Anas juga mengapresiasi para insan radio yang telah ikut berkontribusi dalam menyebarluaskan program-program pemerintah. “Tentu radio memegang peranan penting dalam membantu pemerintah mengenalkan berbagai program kepada masyarakat. Dan sampai sekarang pun, masyarakat tetap menjadikan radio sebagai pilihan untuk mendapatkan informasi dan hiburan,” kata Bupati Anas.

Namun Bupati Anas juga mengingatkan, meski dari tahun ke tahun radio tetap mendapatkan porsi di hati masyarakat, tantangan jurnalistik radio saat ini adalah media online. Di era digital, media online dengan berita-beritanya yang cepat, hangat dan dilengkapi dengan foto-foto menarik menjadi alasan bagi masyarakat untuk ‘pindah ke lain hati’. “Oleh sebab itu jangan pernah berhenti untuk berinovasi dan berkreatifitas. Hanya radio yang kreatiflah yang mampu terus bertahan,” pungkasnya. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :