Gandeng MUFA, Banyuwangi Berikan Beasiswa Sekolah Pilot Bagi Hafidz
Rabu, 23 November 2016
Penandatanganan ini dilakukan Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas bersama Direktur Utama MUFA, Dhany Rachman Adiwijaya, di sela-sela pelaksanaan wisuda angkatan kedua 2016 MUFA di Banyuwangi, Rabu (23/11).
Bupati Anas mengatakan beasiswa ini merupakan cara pemkab memfasilitasi anak-anak muda yang ingin berprofesi sebagai pilot. “Profesi ini sangat menjanjikan apalagi saat ini Indonesia sedang kekurangan pilot. Setidaknya Indonesia membutuhkan sekitar 800pilot per tahun, sementara kawasan Asia kebutuhannya mencapai sekitar 185 ribu pilot hingga 2031,” terang Anas.
Kali ini, lanjut Anas, pihaknya memang memberikan perhatian khusus kepada anak yatim yang berprestasi yang sering terkendala biaya.
“Tentunya ini akan sangat membantu mereka. Ini juga wujud komitmen pemkab untuk memberi kemudahan akses pendidikan bagi masyarakat terutama mereka yang berprestasi namun terkendala biaya,” kata Anas.
MUFA merupakan sekolah penerbangan swasta yang berada di bawah naungan PT Surya Aviasi Internasional. Sekolah pilot ini didirikan tahun 2013 dengan homebase Bandara Blimbingsari, Banyuwangi.
Sementara itu Dirut MUFA Dhany Rachman Adiwijaya mengatakan beasiswa ini diberikan kepada putra daerah Banyuwangi yang berprestasi, hafal Al-Quran 30 juz, dan berstatus yatim. Selain itu, mereka juga berasal dari keluarga kurang mampu namun mempunyai keinginan kuat menjadi pilot.
“Kami akan tanggung seluruh biayanya. Mulai biaya hidup hingga biaya pendidikan sampai tamat. Jadi sekolah pilot tidak hanya bisa diakses anak orang kaya, anak dari keluarga kurang mampu pun memiliki kesempatan yang sama, asal berprestasi dan memenuhi seluruh persyaratan,” kata Dhany yang juga kepala sekolah MUFA.
Ditambahkan dia, beasiswa ini terbuka bagi pemuda berusia 18-25 tahun dengan pendidikan minimal SLTA dan tidak buta warna. Mampu berbahasa Inggris aktif yang dibuktikan dengan TOEIC 600.
“Secara teknis, seleksi awal akan dilakukan di Banyuwangi oleh pihak Pemda, meliputi seleksi administrasi dan hafalan Al-Qur’an. Selanjutnya, tiga pemegang nilai teratas akan dilaporkan ke pada kami untuk mengikuti seleksi lanjutan di Jakarta,” terang Dhany.
Selain MUFA, terdapat dua sekolah penerbangan lain di Banyuwangi. Yaitu, Bali International Flight Academy (BIFA), dan Loka Pendidikan dan Pelatihan Penerbang Banyuwangi (LP3B). Dari tiga sekolah tersebut, telah mencetak 534 pilot yang meramaikan dunia dirgantara Indonesia. (Humas)