Garuda Garap Rute Jakarta-Banyuwangi
Rabu, 12 April 2017
BANYUWANGI - Sejumlah maskapai mulai tertarik membuka rute baru penerbangan ke Kabupaten Banyuwangi seiring geliat pariwisata, bisnis, dan pendidikan di daerah ujung timur Pulau Jawa itu. Salah satunya adalah maskapai nasional Garuda Indonesia yang menyatakan minat untuk membuka penerbangan langsung direct flight Jakarta-Banyuwangi. Tim dari Garuda Indonesia pun datang ke Banyuwangi, Rabu (12/4), membahas rencana ini.
”Kedatangan kami ke Banyuwangi dalam rangka mematangkan penerbangan direct flight Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya,” kata Flora Izza, Vice President PT Garuda Indonesia Region 3 (Jawa Bali dan Nusa Tenggara). Selama ini, rute ke Banyuwangi baru dari Surabaya sebanyak tiga kali dalam sehari yang dilayani Garuda Indonesia dan Wings Air.
Flora mengatakan, potensi market di Banyuwangi sangat potensial. Apalagi dengan banyaknya kunjungan wisatawan ke Banyuwangi. Sehingga untuk transit point, yang dulunya harus transit ke Surabaya terlebih dahulu, kini bisa diperpendek hanya di Jakarta saja. Selain wisatawan, pasar juga tumbuh dari geliat usaha dan dunia pendidikan dengan kehadiran sejumlah kampus, seperti Universitas Airlangga di Banyuwangi yang mahasiswanya telah datang dari 18 provinsi seluruh Indonesia.
Flora memaparkan, jumlah penumpang penerbangan Garuda Indonesia dari Surabaya-Banyuwangi mengalami perkembangan yang cukup bagus. Dalam dua kali sehari penerbangan rute tersebut, Garuda mencatat tingkat keterisian penumpang (load factor) sebesar 80 persen.
”Growth di Banyuwangi itu cukup signifikan. Meski ada dua kali flight Surabaya-Banyuwangi dalam sehari, tingkat keterisian penumpang rata-rata mencapai 80 persen. Melihat ini, kami optimistis rute Jakarta-Banyuwangi juga akan laris,” kata Flora.
”Rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya memudahkan wisatawan dan masyarakat luas yang akan ke Banyuwangi. Sekaligus kami memudahkan masyarakat, termasuk yang berada di sekitar Banyuwangi seperti Situbondo, Jember, Bondowoso, dan kawasan Bali Barat yang akan ke Jakarta. Kan nanti mereka yang ke Jakarta lewat Banyuwangi pasti juga makan di sini dan beli oleh-oleh, sehingga ikut pula menggerakkan ekonomi lokal,” imbuh Flora.
Rute Jakarta-Banyuwangi, kata dia, diharapkan bisa terealisasi sebelum lebaran. Sehingga saat arus mudik dan libur lebaran, bisa melayani pemudik dan wisatawan yang pasti membeludak.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, dengan adanya rute Jakarta-Banyuwangi dan sebaliknya, tentu pariwisata, dunia usaha, dan mobilitas orang akan semakin cepat untuk menggerakkan perekonomian lokal.
”Dengan direct flight Jakarta-Banyuwangi, para wisatawan, dunia usaha, maupun masyarakat luas bisa lebih hemat waktu karena pesawat langsung menuju ke Banyuwangi," kata dia.
Anas mengatakan, ada sejumlah maskapai lain yang juga menyatakan minat menggarap rute Jakarta-Banyuwangi. ”Siapapun silakan masuk, yang penting bagi kami adalah ini bisa mengerek ekonomi lokal,” ujar Anas.
Jumlah penumpang di Bandara Banyuwangi sendiri terus melonjak. Pada 2011, jumlah penumpang baru tercatat 7.826 orang per tahun, lalu melonjak hingga 1.339 persen menjadi 112.661 orang pada 2016. (*)