Gelorakan Membaca, Perpustakaan Sekolah di Banyuwangi Dibuka untuk Umum

Selasa, 21 Februari 2017


BANYUWANGI - Pemkab Banyuwangi terus menggelorakan budaya kepada masyarakatnya. Kini, sejumlah sekolah menjadikan perpustakaannya sebagai perpustakaan umum yang bisa diakses oleh siapapun, tidak hanya oleh pelajar sekolahnya saja.
Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, program ini bagian dari upaya meningkatkan literasi di kalangan masyarakat. Dibukanya perpustakaan sekolah untuk umum ini, akan memperluas akses perpustakaan bagi masyarakat. Ini akan melengkapi perpustakaan daerah yang dimiliki pemerintah daerah.
 “Ini cara kami menambah perpustakaan yang aksesibel bagi publik. Semakin banyak sekolah yang membuka perpustakaan untuk umum, masyarakat akan semakin mudah untuk mencari bahan bacaan. Jadi tidak perlu jauh-jauh datang ke perpustakaan daerah,” ujarnya.  
Pemkab Banyuwangi telah menyiapkan berbagai program untuk meningkatkan literasi di masyarakat. Dari sisi sarana dan prasarana, selain menyediakan mobil dan motor perpustakan keliling yang bertugas di seluruh wilayah Banyuwangi, pemkab juga mewajibkan di setiap kantor desa diadakan perpustakaan desa. Selain itu, ada tiga mobil keliling perpustakaan yang setiap harinya mengunjungi ruang-ruang publik dan pusat keramaian masyarakat.
"Banyuwangi kini menyiapkan container library yang diletakkan di sejumlah titik strategis. Kontainer tersebut berisi beragam buku dengan suasana di sekitarnya yang dibangun senyaman mungkin," kata Anas.
Hadirnya perpustakaan umum ini disambut antusias oleh masyarakat. Terutama wali murid yang bertugas menjemput anaknya. Mereka merasa senang, karena bisa memanfaatkan waktu luang menunggu anaknya sambil membaca yang ada disekolah tersebut.
“Dari pada menunggu anak-anak sambil melamun dan ngobrol, lebih baik lihat-lihat dan baca buku disni. Lumayan ada buku tentang masakan,” kata Sri Cahyani (46), salah seorang wali murid, yang tengah asyik membaca di SMPN I Banyuwangi.
Sementara itu, Kepala Dinas Kabupaten Banyuwangi, Sulihtiyono menjelaskan, saat ini telah ada 6 SMP di Banyuwangi yang menyediakan perpustakaan umum. Yakni SMPN I Genteng, SMPN I Banyuwangi, SMPN 2 Glagah, SMPN 1 Cluring, SMPN I Kabat dan SMPN I Srono.
"Sekolah yang telah membuka layanan umum ini, rata-rata memiliki koleksi buku cukup banyak. Minimal 3.000 – 4.000 koleksi judul buku dari berbagai jenis. Mulai dari buku pelajaran, buku fiksi, non fiksi dan lainnya," jelas Sulih.  
Dalam pelayanan kepada masyarakat, kata Sulih, sekolah membuka semacam pojok baca yang ditempatkan di front office atau sudut yang mudah dilihat masyarakat. Sehingga masyarakat dapat dengan mudah mengakses buku-buku yang ingin dibacanya.  Perpustakaan mini ini juga dilengkapi dengan ruang tunggu baca dan beberapa koleksi buku dalam lemari kecil.
Masing-masing sekolah mempunyai jadwal sendiri untuk pelayanannya. Misalnya di SMP I Banyuwangi dibuka mulai jam 07.00 – 13.30 Wib. Sementara di SMPN I Genteng, dibuka mulai pukul 12.30 – 15:30 WIB. “Selama berada di perpustakaan ini, anak-anak dipandu oleh satgas perpustakaan yang anggotanya dari pustakawan cilik atau duta perpustakaan,” tutur Sulih. (humas)


Berita Terkait

Bagikan Artikel :