Giliran Kabupaten Serdang Bedagai dan Klaten yang Timba Ilmu di Banyuwangi

Kamis, 28 Agustus 2014


BANYUWANGI – Berbagai penghargaan yang diraih Banyuwangi mengantarkan Kabupaten Serdang Bedagai (Sumatera Utara) dan Kabupaten Klaten (Jawa Tengah) tertarik berkunjung ke Bumi Blambangan ini, Kamis (28/8), untuk menimba ilmu. Kedua rombongan  yang datang pada saat yang bersamaan tersebut diterima Asisten Administrasi Umum Sulihtiyono dan Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesra Wiyono di Kantor Pemkab Banyuwangi.

Sekretaris Daerah (Sekda) Serdang Bedagai, Haris Fadillah mengatakan, kunjungannya ke kabupaten paling timur Pulau Jawa ini lantaran terkesan dengan upaya Tim Koordinasi Penanggulangan Kemiskinan (TKPK) -nya yang mampu bekerja keras menekan angka kemiskinan di Banyuwangi. “Upaya penanggulangan kemiskinan yang dilakukan Banyuwangi hingga membuahkan Pro Poor Award 2014, kami update terus lewat berbagai media,” ungkapnya.

Haris mengaku, pihaknya akan menggali lebih dalam, mengadopsi banyak hal untuk kemudian diterapkan di daerah yang merupakan pemekaran dari Kabupaten Deli Serdang ini.

Lain lagi dengan Kabupaten Klaten, yang dalam kunjungannya kali ini dipimpin oleh Kepala BAPPEDA Bambang Sigit Sinugroho. Bambang bersama rombongannya merasa tertarik untuk belajar dari Banyuwangi terkait perencanaan pembangunannya.

Pria ini menceritakan, awal ketertarikannya pada Banyuwangi bermula saat berkunjung di stand Banyuwangi saat diselenggarakan pameran Asosiasi Pemerintah Kabupaten Seluruh Indonesia (APKASI) di Jakarta. Disitu, tuturnya, dia banyak mendapat informasi tentang Banyuwangi.

“Kami ingin meniru cara Banyuwangi mengemas dan mempromosikan daerahnya sehingga dikenal dunia luar. Mulai dari pertanian jeruknya yang luar biasa, potensi wisatanya, sampai perencanaan pembangunannya yang bagus, sehingga Banyuwangi beroleh penghargaan Anugerah Pangripta Nusantara Utama, kategori Daerah dengan Perencanaan Pembangunan Terbaik Kedua tahun 2014,”beber Bambang.

Selain itu Bambang menegaskan, mengingat Banyuwangi dan Klaten adalah sama-sama daerah transit, pihaknya akan belajar dari Banyuwangi bagaimana cara agar wisatawan tertarik mampir, tak hanya menjadikan Klaten sebagai persinggahan sementara saja. “Banyuwangi itu tempat transit sebelum ke Bali, sementara Klaten menjadi persinggahan  bagi orang-orang dari Solo menuju Yogyakarta. Tapi Banyuwangi pandai mengemas potensinya sehingga wisatawan dan investor mau datang ke Banyuwangi, tak sekedar lewat saja,”pujinya.

Untuk  diketahui, bulan April lalu, Banyuwangi memenangkan penghargaan Pro Poor Award 2014 untuk Kategori Perlindungan Sosial. Program  perlindungan sosial  yang dinilai terbaik pada Pro Poor Award 2014 ini terdiri atas program pendidikan Banyuwangi Cerdas, Program Jaminan Kesehatan, dan program bedah rumah.

Banyuwangi juga berhasil meraih Anugerah Pangripta Nusantara Utama 2014 dari Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas). Anugerah ini diberikan untuk kabupaten/kota dengan perencanaan pembangunan terbaik. Hanya ada 12 kabupaten/kota yang terpilih dari total 529 kabupaten/kota se-Indonesia. Banyuwangi menjadi salah satu yang terbaik dari enam kabupaten/kota yang meraih penghargaan tingkat Utama (perencanaan terbaik). Adapun enam kabupaten/kota lainnya meraih penghargaan tingkat Pratama (perencanaan yang baik). (Humas & Protokol)

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :