Green & Recycle Fashion, Kampanye Lingkungan dari Banyuwangi

Sabtu, 25 Maret 2017


BANYUWANGI - Gelaran Green & Recycle Fashion yang berlangsung Sabtu (25/3/2017) malam di Gedung Seni Budaya (Gesibu) Banyuwangi sukses menjadi contoh bagaimana barang bekas bisa didaur ulang menjadi karya yang menawan. Ratusan pakaian yang ditampilkan malam itu sekaligus menjadi kampanye menumbuhkan kepedulian pada lingkungan dengan mengurangi sampah.

Deretan busana pesta tampil elegan di atas panggung catwalk Fashion Green and Recyle. Bukan sekedar busana pesta biasa, melainkan busana pesta berbahan daur ulang plastik dan kertas. Sekilas tidak ada yang mengira kalau semua busana itu terbuat dari bahan bekas.Namun kalau diperhatikan dengan detail maka akan nampak lipatan koran, potongan plastik dan gelas air mineral, sampai kertas bekas bungkus semen, plastik bungkus kopi yang menjadi bahan pembuatan busana tersebut.

"Even ini bukanlah sekedar pagelaran fashion semata. Ini adalah cara kami untuk memberikan edukasi bagaimana memanfaatkan limbah yang tak bernilai menjadi sesuatu yang bermanfaat," kata Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.

Banyuwangi sendiri terus berupaya untuk mengurangi jumlah sampah yang dikelola masyarakat. Saat ini setiap orang di Banyuwangi menghasilkan sampah 2,7 kg per rumah tangga, atau sekitar 400 ribu ton sampah per tahunnya. Salah satu cara untuk mengurangi jumlah sampah tersebut adalah membiasakan mengolah sebagian sampah tersebut dengan reduce, reuse and recycle.

"Mengubah kebiasaan masyarakat memang tidak mudah tapi bukan berarti tidak bisa. Kami tidak akan berhenti untuk terus mengkampanyekan hal ini. Ini upaya kami untuk sumbangsih menciptakan dunia yang lebih baik," cetus Anas. 

Peserta yang terlibat dalam fesyen malam ini berlomba mendesain dengan apik. Keserasian warna dan material yang dikolaborasikan dalam desainnya melahirkan gaun malam yang cantik. Gaun malam yang didesain pun ditampilkan dengan apik, ada yang seperti little mermaid, burung merak, hingga busana bergaya Eropa.

Salah satu peserta yang mengikuti even ini adalah Ayuni Dwi Yanti, siswi SMKN Darul Ulum, Muncar. Ayuni mendesain busana dengan memanfaatkan berbagai bahan bekas yang ada di gudang sekolahnya.

"Saya pakai barang - barang yang ada di gudang sekolah seperti kalender tahun kemarin dan kertas bekas ujian. Saya juga pakai sedotan bekas yang dipakai buat penutup dada dan tas kresek untuk hiasan bunga bunga,"  kata Ayuni.

Dengan memanfaatkan semua bahan bekas itu, kata Ayuni, biaya yang dikeluarkannya untuk membuat satu busana bertema pesta tersebut hanya menghabiskan biaya sebesar Rp. 100 ribu.

Peragaan busana ini diikuti pelajar TK hingga SMA, dan masyarakat umum. Bryna Alicia, peserta dari kategori TK menggatakan sangat antusias mengikuti even ini.

"Sudah tiga kali ikut, rasanya senang tiap tampil. Mama yang rancang baju kreseknya ini," ujaf Bryna.

Peragaan malam itu dihadiri sejumlah tokoh, antara lain Bupati Lamongan Fadeli, anggota DPR RI Nasim Khan, dan Rektor UK Petra Surabaya, Prof. Rolly Intan. Bupati Fadeli mengatakan tujuan dirinya ke Banyuwangi juga untuk belajar mengembangkan festival di daerahnya.

"Di Lamongan saja bikin 1-2 festival susah sekali, di Banyuwangi malah 72 event. Untuk itu kami ingin meguru (belajar-red) di sini," kata Fadeli.

Salah satu yang mencuri perhatian Fadeli dari sekian festival yang digelar Banyuwangi, adalah event budaya yang digelar tiap hari.

"Pak Sekda, langsung contoh dan tiru saja caranya. Banyuwangi bisa bikin pentas seni tiap malam. Dinas Pendidikan bisa segera diperintahkan," ujar Fadeli. Sejak awal 2017, setiap malam Banyuwangi menggelar pentas seni yang diisi secara bergiliran oleh siswa SD dari seluruh penjuru Banyuwangi.

Selain Green and Recycle Fashion, Banyuwangi Festival 2017 juga menggelar empat even busana lainnya. Yakni Indonesian Fashion Week menampilkan Batik Banyuwangi, Festival Kebaya, Banyuwangi Batik Festival, dan Banyuwangi Fashion Festival.

"Festival Kebaya akan kami gelar pada 21-22 April 2017 mendatang. Even ini melibatkan 100 desainer fesyen nasional," pungkas Anas. (Humas)

 
 
 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :