Ground Breaking Sekolah Pilot ATKP Negeri Telah Dimulai

Kamis, 13 Juni 2013


BANYUWANGI – Mimpi masyarakat Banyuwangi memiliki sekolah pilot negeri di tanah Blambangan, pelan-pelan mulai terwujud. Pasalnya, tepat hari Kamis (13/6), di kawasan Bandara Blimbingsari dilakukan Ground Breaking School Pilot ATKP (Akademi Teknik dan Keselamatan Penerbangan) oleh Kepala Pusat Pengembangan SDM Perhubungan Udara , Yudhisari Sitompul, Kementerian Perhubungan RI bersama Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas.  

Sekolah pilot yang masih berinduk di Surabaya ini, dibangun di atas lahan seluas 5.000 meter persegi di kawasan sebelah selatan Bandara Blimbingsari. Menurut Yudhisari, pembangunan sekolah pilot negeri ini merupakan pembangunan tahap pertama yang dibiayai APBN tahun 2013 sebesar Rp 36 miliar. Targetnya adalah menyelesaikan hanggar untuk kapasitas 12 pesawat, dua asrama yang bisa menampung 80 siswa pilot serta satu kantor. “Selanjutnya pada tahap kedua nanti akan dibangun shelter dan kelengkapan lainnya. Mudah-mudahan dengan adanya sekolah penerbangan ini bisa ikut menggeliatkan potensi lain yang ada di Banyuwangi,” kata Yudhisari.

Sementara itu, Kepala Badan Pengembangan SDM Kemenhub Santoso Eddy Wibowo menambahkan, untuk . saat ini siswa angkatan pertama ATKP sebanyak 12 taruna.  Untuk materi pembelajaran terdiri dari teori tatap muka di kelas dan training simulator flight dengan masa pendidikan 14-15 bulan. "Untuk teori masih dilaksanakan di Surabaya sedangkan demo flight di area Bandara Blimbingsari," kata Eddy.

Untuk pelaksanaan demo flight, kata Eddy, memakai lima pesawat latih  jenis Cesna 172 S, dengan instruktur yang didatangkan langsung dari Sekolah Tinggi Penerbangan Indonesia (STPI), Curug Tangerang. “Untuk lulus dan dinyatakan siap terbang secara profesional, para taruna wajib memenuhi demo flight class tidak kurang selama  210 jam," ujar Edy.

Eddy menambahkan, sementara ini, ATKP Banyuwangi masih berinduk di Surabaya, tapi nantinya  akan berdiri sendiri.  Karena dengan beberapa pertimbangan Banyuwangi lebih potensial dan menjanjikan.  Selain aspek demografis, Banyuwangi juga telah menerapkan cyber campus sebagaimana standart boeing.Untuk diketahui, seleksi para taruna penerbangan ini masih diseleksi Kementerian Perhubungan.

Bupati Abdullah Azwar Anas, mengatakan sekolah pilot yang masih menjadi salah satu jurusan ATKP Surabaya ini akan segera menjadi sekolah pilot negeri Banyuwangi yang berdiri sendiri. “Dengan ground breaking ini  Banyuwangi siap mencetak pilot yang handal, “kata  Bupati. (Humas & Protokol)

 

 

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :