Hadapi MEA, HIPMI Banyuwangi Harus Siap Bersaing

Rabu, 28 Oktober 2015


Hadapi MEA, HIPMI Banyuwangi Harus Siap Bersaing

BANYUWANGI -  Menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) yang sudah di depan mata, para pengusaha muda Banyuwangi diharap mampu bersaing dengan pengusaha asing. Karena, pengusaha-pengusaha asing saat ini mulai banyak menguasai pasar ekonomi kita. Hal itu diungkapkan Asisten Pembangunan dan Kesra, Wiyono SH MH, saat membuka Rapat Program Kerja Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Banyuwangi di Hotel Santika, Rabu (28/10).

Lebih dalam dikatakan Wiyono, kalau MEA diberlakukan, serbuan berbagai produk maupun  tenaga kerja dari luar negeri akan masuk. “Ini benar-benar sebuah tantangan yang nyata dihadapi. Karena itu pengusaha harus siap bersanding dengan pengusaha asing, dengan cara meningkatkan kwalitas produk maupun Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimiliknya,” kata Wiyono.

Sementara itu, Dewan kehormatan HIPMI Banyuwangi, dr Mufti Anam mengakui beratnya tantangan menghadapi MEA. Tetapi sebagai pengusaha kaum muda haruslah siap dan bersiasat. Salah satu strategi penting yang disadari kaum muda adalah menjaga pasar dalam negeri. Pasar dalam negeri lebih menarik ketimbang pasar luar negeri. “Pasar dalam negeri inilah yang harus dimenangkan karena 40 persen populasi ASEAN berada di Indonesia. Sesungguhnya pertempuran masyarakat ekonomi ASEAN ini ada di Indonesia,” ungkapnya.

Ditambahkan Anam, sebagai pengusaha muda spirit menggerakkan ekonomi yang tidak berorientasi pada keuntungan semata. Lebih dari itu, kaum muda yang bergerak di dunia usaha harus membuang jauh pola pikir mengutamakan laba belaka. “Konsep usaha yang bisa didorong kaum muda adalah pengembangan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal untuk mewujudkan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan,”ujarnya. (Humas Protokol)   

  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :