Hadapi MEA, Kemenperin Latih Warga Banyuwangi Ketrampilan Wirausaha

Jumat, 20 November 2015


BANYUWANGI –  Pemerintah terus mendorong tumbuhnya ekonomi masyarakat yang kuat dan mandiri dalam menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) mendatang. Salah satunya dengan memberikan bekal ketrampilan melalui bimbingan teknis wirausaha industri kecil dan menegah yang digelar oleh Kementrian Perindustrian RI (Kemenperin) di Banyuwangi.

Direktur Jenderal (Dirjen) IKM Kemenperin dra. Euis Saedah mengatakan sebagai persiapan menghadapi MEA, masyarakat harus produktif dan memiliki bekal yang kuat untuk bisa bersaing dengan produk maupun SDM yang datang dari luar negeri. Ini menjadi salah satu tugas pemerintah untuk memberikan bekal bagi rakyat dalam menghadapi iklim persaingan yang mau tidak mau pasti akan dihadapi dalam MEA.

“Kegiatan pelatihan ini diselenggarakan oleh pemerintah dalam rangka meningkatkan kompetensi sumber daya manusia IKM dalam menghadapi MEA yang sudah di depan mata,” kata Euis saat acara penutupan bimtek wirausaha IKM di aula Hotel Ketapang Indah, Jumat (20/11).

Selain itu, lanjut Euis, bimtek ini juga digelar untuk melahirkan wirausaha baru dibidang industri. Pada saat pemerintah semakin sulit untuk menciptakan lapangan kerja bagi masyarakat, maka cara ini menjadi salah satu solusi untuk mendorong agar rakyat memiliki bekal untuk berwirausaha.

“Peserta kegiatan ini memang terbatas, namun kami berharap setiap orang yang mengikuti pelatihan ini akan menjadi trigger yang akan menularkan ilmunya kepada orang lain di sekitarnya agar juga bisa memiliki ketrampilan dan maju secara bersama-sama,” ujar Euis yang sebelumnya sempat ditemui oleh Pj Bupati Zarkasi dan Sekkab Slmet Kariyono di Lounge Pemkab Banyuwangi.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Pertambangan Banyuwangi, Hary Cahyo Purnomo menambahkan, kegiatan Bimtek wirausaha IKM ini telah berlangsung di Banyuwangi mulai 16-20 November dengan peserta sebanyak 125 orang. Ada lima bidang keahlian yang bisa diikuti oleh para peserta yakni pelatihan servis AC/Kulkas, pelatihan Kerajinan tas, pelatihan pembuatan kripik buah naga dan makanan olahan lainnya, pelatihan pengolahan limbah kayu serta pelatihan konveksi dan sablon.

Pelatihan yang diselenggarakan oleh Kemenperin ini, kata Hary menjadi bagian dari pengembangan IKM di Banyuwangi. Pemkab juga memiliki program pengembangn wirausaha yang sampai saat ini telah melahirkan ribuan wirausaha baru. “Program ini bersinergi dengan program pelatiahan ketrampilan IKM daerah,” ujar Hary.

Semntara itu salah satu peserta pelatihan Fendi Felani (35) yang mengikuti pelatihan konveksi dan sablon  menuturkan dirinya sangat semangat mengikuti pelatihan ini karena sangat terasa manfaatnya.  Sebelumnya Fendi memiliki usaha percetakan namun saat ini sedang vakum.  Setelah ,mengikuti pelatihan, dia menjadi termotivasi dan akan menjalankan kembali usaha percetakannya.

“Kebetulan saya juga tergabung dalam sebuah yayasan yang beranggotakan anak-anak muda yatim dan dhuafa, ilmu yang saya dapatkan disini akan saya bagi kepada teman-teman kami untuk bisa mengembangkan usaha bersama-sama,” cetus Fendi.

Senada dengan Fendi, salah satu peserta pelatihan kerajinan tas Isnayah (26) sangat senang mendapatkan ketrampilan baru. Sebelumnya Isnayah hanyalah ibu rumah tangga yang beraktifitas dirumah saja. Namun dengan ketrampilan yang didapatkannya dia pun ingin mengembangkan usaha pembuatan tas dari rumah. “Saya pasti akan coba membuat tas sendiri dan menjualnya setelah ini. Sementara sedikit sedikit dulu semoga nantinya bisa berkembang,” tutur Isnayah. (Humas Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :