Hadapi Pemilu, Pemkab Gelar Rakor Bersama
Kamis, 27 Maret 2014
BANYUWANGI – Menjelang pelaksanaan Pemilu Legislatif pada 9 April mendatang, berbagai persiapan dilakukan demi kelancaran berlangsungnya pesta demokrasi tersebut. Pemkab Banyuwangi bersama dengan sinergitas TNI/POLRI, dan aparat penegak hukum lainnya juga memberikan dukungan demi kesuksesan Pemilu melalui rapat koordinasi yang digelar di Aula Pondok Wina, Kamis (27/3).
Rakor tersebut dibuka oleh Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko, dengan narasumber yang terdiri atas Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Kav. Muslimin Fahsyah, Kepala Pengadilan Negeri Kurnia Yani Darmono, Kabag Ops. Polres Sudjarwo, Ketua KPU Samsul Arifin, Ketua Panwaslu Lilik Maslikah, dan Perwakilan Kajari Banyuwangi. Sedangkan pesertanya terdiri dari Kepala SKPD, para Camat, Lurah dan Kades serta anggota Muspika.
Wakil Bupati Yusuf Widyatmoko mengatakan Pemilu yang akan memilih calon anggota legislatif (caleg) DPRD Kabupaten/Kota, DPRD Propinsi dan DPR RI ini merupakan kesempatan bagi rakyat untuk menentukan wakilnya. Karena itu seluruh rakyat harus memanfaatkan kesempatan ini dengan tidak golput (golngan putih-red) alias ikut mencoblos caleg yang dipilihnya. “Walaupun kita hanya memiliki satu suara tapi itu sangat berarti. Kita juga harus mengajak keluarga untuk mencoblos dan tidak golput,” ajak Wabup.
Wabup melanjutkan, selama ini dirinya sehari-hari bertugas mendampingi Bupati sebagai wakil, namun di masa kampanye ini posisinya sebagai ketua salah satu partai menuntutnya untuk terjun langsung berkampanye. “Saya ini sehari-hari bertugas sebagai Wakil Bupati tapi sekaligus juga ketua partai. Jadi saya sekarang berperan ganda. Kemarin saya cuti, ikut kampanye, sekarang bertugas jadi wabup, besok cuti lagi dan ikut kampanye lagi, agak sulit berperan ganda tapi harus dilakukan dengan profesional,” ucapnya.
Menurut pengamatannya di lapangan, Wabup mengatakan banyaknya caleg yang berkampanye demi menang Pemilu, berpotensi menimbulkan konflik. Namun selama ini semuanya masih terkendali. “Justru konflik yang sering terjadi akibat persaingan caleg dalam satu partai, kalau caleg antar partai malah adem ayem saja. Inilah tugas internal partai untuk menjaga kekompakan caleg masing-masing demi kondusifitas Pemilu 9 April mendatang,” ujar Wabub Yusuf.
Sementara itu Komandan Kodim 0825 Banyuwangi, Letkol Kav. Muslimin Fahsyah mengatakan, TNI akan menjaga kenetralannya selama pelaksanaan Pemilu mendatang. Dia juga meminta kepada para prajuritnya untuk tidak memihak pada salah satu partai atau caleg dan berfokus pada penciptaan suasana yang kondusif selama Pemilu berlangsung. “Sudah ada ketentuan yang digariskan oleh Panglima TNI saat pelaksanaan pengamanan pemilu nanti agar prajurit tetap netral,” kata Dandim.
Sementara itu Kapolres Banyuwangi AKBP Yusuf yang diwakili oleh Kabag. Ops. Sudjarwo mengatakan di setiap pelaksanaan Pemilu selalu ada berbagai pelanggaran yang dilakukan oleh partai. Selain itu juga kerap muncul berbagai ancaman yang berpotensi mengganggu kelancaran Pemilu. Hal ini menimbulkan gangguan keamanan dan rentan memunculkan konflik di tengah masyarakat. Namun dengan kekompakan masyarakat Banyuwangi yang dibuktikan melalui sinergitas 3 pilar, Sudjarwo optimis berbagai konflik dan ancaman, dapat diminimalisir dan ditekan. “Mari kita jaga kekompakan sinergitas yang telah terbangun dan mengajak masyarakat untuk ikut serta menjaga keamanan dan kelancaran Pemilu,” ajak Sudjarwo. (Humas & Protokol)