Hari AIDS Sedunia, KPA Gelar Gerai Tes HIV Gratis
Selasa, 1 Desember 2015
BANYUWANGI – Dalam rangka memperingati hari AIDS sedunia, Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Banyuwangi akan menggelar gerai tes HIV gratis di sejumlah titik. Kegiatan tersebut digelar untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mencegah penyebaran virus HIV. Pernyataan ini disampaikan oleh Sekretaris KPA, Waluyo, saat melakukan kampanye damai di depan kantor Bupati Banyuwangi, Selasa (1/12).
“Kami gencar mengadakan tes HIV/AIDS gratis untuk masyarakat, mengingat saat ini jumlah penderita HIV/AIDS di Banyuwangi telah mencapai 2418 orang. Setelah seminggu yang lalu kami bekerjasama dengan Persatuan Senam Aerobik Nasional Indonesia (PERSANI), pada 2 – 5 Desember mendatang, gerai tes HIV akan kami laksanakan di beberapa titik. Yakni di 6 terminal besar di Banyuwangi, di antaranya Terminal Sri Tanjung (Ketapang), Karangente, Jajag, dan Genteng. Ini penting dilakukan, agar kita bisa mendeteksi dan melakukan penanganan lebih dini kepada mereka yang terjangkit HIV/AIDS,” kata Waluyo.
Tak hanya terminal, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Banyuwangi dan masyarakat sekitar pelabuhan Ketapang juga disasar oleh KPA. Talkshow secara serempak juga dilakukan di berbagai radio pada hari ini.
Saat ini AIDS menjadi salah satu permasalah kesehatan di Indonesia yang harus mendapatkan perhatian lebih, baik dari pemerintah maupun masyarakat. Dikatakan Waluyo, penderita HIV/AIDS di Banyuwangi sudah ditemukan dari berbagai kalangan masyarakat. Tidak hanya orang-orang yang berperilaku beresiko, tapi sudah meluas kepada ibu rumah tangga bahkan bayi dan balita.
“Saat ini saja sudah ada 70 balita yang diketahui positif HIV,” ujar Waluyo di tengah kampanye damai yang diisi berbagai kegiatan seperti aksi long march, penyuluhan HIV/AIDS di jalan, bagi-bagi brosur, dan pengumpulan tanda tangan sebagai bentuk dukungan bagi Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) dan program pemberantasan HIV/AIDS.
Melalui kegiatan-kegiatan ini, Waluyo berharap, masyarakat semakin sadar pentingnya berperilaku hidup sehat. “Saya harap mulai saat ini masyarakat menjauhi seks beresiko dan menghindari narkoba,” tandas Kepala Bidang Pencegahan Penyakit pada Dinas Kesehatan dalam acara yang melibatkan pelajar, mahasiswa, LSM dan Kelompok Peduli AIDS, organisasi wanita dan perwakilan dari SKPD itu.
Sementara itu, salah seorang penggiat kegiatan peduli HIV/AIDS yang turut hadir dalam kegiatan itu, Novan Widiyanto (39), tak henti menyuarakan kepeduliannya untuk para ODHA. Novan mengungkapkan, selama ini dia bersama beberapa rekannya rutin melakukan pendampingan terhadap penderita HIV. “Pendampingan terus kami lakukan untuk ODHA mulai dari pendampingan di rumah sakit (hospital visit), kunjungan ke rumah (home visit), close meet (sharing dengan opara penderita HIV/AIDS) dan open meet (mengakomodir pertemuan antara ODHA, keluarga dan masyarakat),” ujar Novan yang juga mitra KPA tersebut.
“Tujuan kami adalah untuk membantu pemkab memutus mata rantai penularan HIV. Semoga kegiatan ini juga lebih membuka mata para ODHA agar mereka lebih berdaya dan berkualitas di tengah hidup bermasyarakat, hubungan psikologis sosial tetap terjaga, dan ada keinginan untuk stop penularan HIV/AIDS dengan disiplin melakukan pengobatan,” pungkas pria yang juga aktivis Banyuwangi Community Support (BCS) ini. (Humas & Protokol)