Hari Asyura, Bupati Anas Ajak PNS Sedekah dan Berdoa

Selasa, 11 Oktober 2016


<span 1.6em;"="">Banyuwangi – Tanggal Sepuluh Muharram atau dikenal dengan hari Asyura bagi umat Islam merupakan salah satu hari yang spesial. Termasuk bagi Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas yang berlatar belakang santri itu. Pada momentum Asyura, Bupati Anas mengajak para PNS untuk memperbanyak sedekah dan berdoa sebagai bagian dari ikhtiyar untuk terlepas dari berbagai musibah.

 

“Saat ini, banyak daerah yang sedang mengalami musibah dan bencana alam. Untuk itu, penting kiranya kita terus memperbanyak sedekah, karena dengan bersedekah akan menjadi doa yang bisa menghidarkan keluarga dan daerah kita ini daerah berbagai bala’ dan musibah,” Seru Bupati Anas kepada para PNS saat acara selamatan Hari Asyuro di Masjid Pemda Banyuwangi, Selasa (10/10).

 

Sedekah, menurut Bupati Anas, merupakan bagian dari “program kerja” yang menjadi kunci akan berbagai keberhasilan Banyuwangi saat ini.  “Dalam berbagai kesempatan dan kegiatan, kami selalu mengupayakan untuk selalu diawali dengan sholawatan dan santunan kepada anak yatim. Ini sebagai bentuk upaya kita berdoa kita kepada Allah SWT, selain dengan kerja keras untuk mewujudkannya,” paparnya.

 

Sementara itu, KH. Ahmad Sidiq yang mengisi tausiyah pada selametan tersebut, mengingatkan akan tujuan hidup. “Sejatinya yang dicari selama hidup di dunia ini, bekerja keras, mengajar jabatan tinggi dan lain sebagainya, adalah upaya kita untuk mencari kebahagiaan,” ungkap pengasuh PP. Al-Anwari itu. “Sedangkan kebahagian sejati itu, terletak pada hati. Bukan pada harta yang banyak ataupun pangkat yang tinggi,” imbuhnya.

 

Untuk mencapai itu, lanjut Kiai Siddiq, salah satunya dengan tidak adanya rasa kepemilikan di dalam hati. “Memperbanyak sedekah adalah bentuk tidak adanya rasa kepemilikan tersebut. Maka, dengan sedekah kepada anak yatim, janda, dan duafa adalah upaya untuk meraih kebahagiaan,” jelasnya.

 

Sepuluh Muharram menjadi spesial karena pada hari tersebut banyak terjadi peristiwa besar yang memberikan nilai kemenangan bagi umat  Islam. Pada hari itu, Nabi Adam diterima pertobatannya oleh Allah SWT, kapal Nabi Nuh terdampar di daratan, Nabi Yusuf dikeluarkan dari sumur, Nabi Yunus keluar dari perut ikan, Nabi ‘Isa lahir pada sepuluh Muharram, dan Nabi Musa diselamatkan dari kejaran pasukan Fir’aun juga pada tanggal sepuluh Muharram.

 

Atas berbagai peristiwa besar inilah, Nabi Muhammad menjadikan momentum Asyura sebagai hari yang spesial. Bahkan, Rosulullah menyunahkan umat Islam untuk menunaikan puasa sunnah sebagai bentuk rasa syukur atas semua peristiwa tersebut.

 

“Semoga apa yang kita lakukan sore ini, tercatat sebagai ungkapan rasa syukur kita kepada Tuhan. Sehingga berbagai kemudahan dan capaian yang telah diraih Banyuwangi menjadi semakin berkah bagi masyarakat luas,” harap Anas. (humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :