Hari ini 9.169 Siswa SMK di Banyuwangi Ikuti UNBK
Senin, 3 April 2017
BANYUWANGI - Sebanyak 9.169 siswa SMK Negeri/swasta Se-Banyuwangi, hari ini Senin (3/4/2017) mengikuti Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK). Mereka akan mengikuti ujian paperless ini selama empat hari.
Kepala Dinas Pendidikan (Dispendik) Provinsi Jawa Timur Wilayah Kabupaten Banyuwangi, Istu Handono, menyatakan peserta UNBK di Banyuwangi ini berasal dari 68 SMK. Dengan rincian 2.674 siswa dari 8 SMK negeri dan sisanya 6.495 dari 60 SMK Swasta.
UNKB bagi siswa SMK ini, kata Istu, digeber selama empat hari mulai Senin (3/4) hingga Kamis (6/4). Setiap hari mengujikan satu mata pelajaran. Diawali mata pelajaran Bahasa Indonesia, berturut-turut Matematika, Bahasa Inggris dan teori kejuruan.
"Hingga sesi ke dua berakhir siang ini, alhamdulillah semua berjalan lancar, tidak ada kendala berarti. Siswa peserta hadir semua, listrik tidak padam, bandwidth dan server tidak ada masalah. Intinya semua siswa bisa mengikuti dengan lancar," tutur Istu.
Pelaksanaan UNBK ini dibagi dalam tiga sesi. Sesi pertama berlangsung pukul 08.00 – 10.00 Wib, sesi kedua pukul 11.00 – 13.00 dan sesi ketiga pukul 14.00 – 16.00 WIB. Soal ujian tiap sesi itu, lanjut Istu, pastinya berbeda tiap sesi.
"Sesuai dengan aturan, sekolah harus menyediakan perangkat komputer minimal 1 : 3 dari jumlah peserta ujian. Mengacu dari itu, makanya jadwal ujian tiap hari dibagi tiga sesi," jelas dia.
Lebih lanjut Istu mengatakan bahwa UNBK ini tak lagi menjadi ujian kelulusan siswa. Kelulusan siswa ditentukan oleh tiap sekolah dengan standar nasional yang ditetapkan pemerintah pusat. Mulai dari hasil Ujian Sekolah Berstandar Nasional (USBN), siswa mengikuti dan menyelesaikan pelajaran di sekolah dari kelas X hingga XII. "UNBK lebih sebagai tolok ukur bagaimana kualitas pendidikan nasional," pungkas Istu.
Sejumlah SMK di Banyuwangi juga terlihat telah mempersiapkan ujian dengan matang, salah satunya SMKN 1 Banyuwangi. Kepala SMKN I Banyuwangi, Sri Hidayati mengaku pihaknya telah menyiapkan 200 unit komputer, dua genset dan server besar untuk 498 siswa nya.
"Tiap ruang diisi antara 20 - 22 siswa, di mana tiap ruangan dijaga dua pengawas dan satu ptoktor (ahli komputer)," jelas dia. (Humas)