Hasil Survei LSI, Perkembangan Bisnis Banyuwangi Sangat Baik
Rabu, 1 April 2015
BANYUWANGI – Di tahun 2015 ini, perkembangan bisnis atau usaha mayoritas masyarakat Banyuwangi terus berkembang dengan sangat baik. Ini merupakan hasil yang terekam pada survei kondisi umum perkembangan bisnis Banyuwangi yang dilakukan oleh Lembaga Survei Indonesia (LSI).
Peneliti LSI Ade Mulyana memaparkan mayoritas masyarakat Banyuwangi menilai kondisi umum perkembangan bisnis di Banyuwangi sangat baik. Ini dilihat dari hasil survei yang menunjukkan sebanyak 58,1 persen menyatakan usahanya berkembang dengan sangat baik/baik. Sedangkan responden yang menyatakan usahanya sama saja sebesar 19,6 persen. “Responden yang menyatakan tidak berkembang sebesar 6,8 persen,” kata Ade, di Pendopo Sabha Swagata, Senin (31/3).
Untuk sektor ekonomi secara makro, sebanyak 41,4 persen responden mengaku sektor ekonomi di Banyuwangi sangat baik/baik. Sebanyak 30,5 persen menyatakan ekonomi Banyuwangi tidak baik tetapi juga tidak buruk dan 30,5 responden mengatakan ekonomi Banyuwangi buruk.
Terkait ketersediaan lapangan pekerjaan di Banyuwangi sebanyak 49, 7 persen responden menyatakan cukup banyak. Namun survei ini juga menyisakan responden yang menyatakan jumlah lapangan pekerjaan masih kurang sebanyak 31,7 persen responden. Namun demikian progressnya terus positif jika dibandingkan dari tahun 2013 dan 2014. Pada tahun 2013 responden yang menyatakan lapangan pekerjaan kurang sebesar 45,3 persen dan di 2014 sebesar 39,4 persen.
“Meski persentasenya masih dibawah 50 persen, persepsi responden terhadap ketersediaan lapangan pekerjaan di Banyuwangi mengalami kenaikan dibandingkan hasil dua kali survey terdahulu. Ini patut dipresiasi,” kata Ade.
Bupati Abdullah Azwar Anas mengatakan, hasil survei ini akan ditindak lanjuti dengan eksekusi oleh staf pemerintah kabupaten untuk mengambil kebijakan yang mendorong majunya perekonomian. Salah satu cara untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sekaligus menangkis poengaruh naiknya harga BBM dengan meningkatkan perputaran uang di Banyuwangi.
“Kalau bisa setiap akhir pekan masyarakat berliburnya di Banyuwangi saja, tidak perlu keluar daerah. Dengan begitu uang yang beredar dimasyarakat tetap tinggi sehingga memacu ekonomi mikro bergerak,” pungkas Bupati Anas.