Hindari Munculnya Awan Hitam Yang Menjulang, Karena Potensi Puting Beliung

Kamis, 30 Januari 2014


BANYUWANGI – Menyikapi bencana puting beliung di Dusun Sidomukti, Sidorejo Wetan dan Sidorejo Kulon, Desa Yosomulyo, Kecamatan Gambiran, Rabu (29/1) yang mengakibatkan puluhan bangunan rusak, Kepala Stasiun Meteorologi Banyuwangi Badan Klimatologi dan Geofisika (BMKG), Supriyono mengimbau masyarakat untuk waspada jika muncul tanda-tanda puting beliung. Diantaranya awan hitam yang disebut awan columbus (cb) menjulang tinggi di atas dataran 9.000 meter. Awan hitam itu biasanya akan disertai hujan deras, petir dan angin kencang. “Saat itulah terjadinya puting beliung. Puting beliung datangnya tidak bisa diperkirakan, karena sangat cepat sekali hanya dalam hitungan menit. Seperti yang di Gambiran kemarin hanya lima menit. Sehingga kita sulit memberikan warning lebih dulu,” tuturnya.  

Puting beliung akan terjadi di daerah yang vegetasinya kurang, sehingga tidak mampu meredam terjadinya angin kencang. Puting beliung angin yang notabene angin yang berputar dengan kecepatan lebih dari 63 km/jam dan bergerak secara garis lurus dengan lama kejadian maksimum 5 menit. “Seperti di Dusun Sidomukti dan Sidorejo kemarin saat hujan deras terjadi puting beliung. Sebelumnya disana memang telah muncul beberapa awan cb. Hanya BMKG tidak bisa memberi peringatan, karena cepat sekali. Apalagi awan cb per titiknya hanya berskala kecil sekali radar kita sangat kecil melihatnya,” ujarnya.  

Untuk puting beliung sebenarnya berpotensi pada musim pancaroba, dari musim hujan ke panas. Saat ini masih belum, untuk Januari hingga Maret mendatang masih musim hujan.Meski demikian, imbuh Supriyono, imbauan BMKG, jika melihat tanda-tanda seperti di atas masyarakat diminta segera menjauh. “Kalau ada di tengah lapang atau area pertanian segera menghindar. Begitu juga kalau ada pohon disekitarnya segera menjauh dari pepohonan,” imbaunya. (Humas & Protokol)

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :