HKN Ke- 49, MoU Akta Kelahiran dan Berikan Penghargaan Kepada Tenaga Kesehatan

Selasa, 12 November 2013


BANYUWANGI – Hari Kesehatan Nasional (HKN) ke- 49, yang jatuh tanggal 12 November ini ditandai dengan upacara peringatakan HKN yang digelar di Halaman Kantor Pemkab Banyuwangi. Upacara HKN ini diikuti oleh seluruh tenaga medis, mulai dokter, perawat, bidan, apoteker, dan tenaga administrasi di rumah sakit pemerintah dan puskesmas se Kabupaten Banyuwangi. Juga diikuti  Wakil Bupati Yusuf Widiyatmoko, Sekkab Slamet Kariyono, para asisten dan seluruh kepala SKPD dan camat se Kabupaten Banyuwangi.

Bertindak sebagai inspektur upacara pada HKN ini, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas, sementara perwira upacara Plt Dinas Kesehatan Kabupaten Banyuwangi, dr Widji Lestariono. Dalam sambutannya Bupati Anas mengapresiasi dan menginspirasi para tenaga kesehatan yang mendapat penghargaan atas kinerja dan prestasinya. Bupati Anas juga membacakan sambutan Menteri Kesehatan RI, dalam memperingati HKN ke-49 dengan motto Menuju Indonesia Sehat.

Dalam peringatan HKN ini, diberikan penghargaan kepada tenaga kesehatan teladan 2013, dengan tiga katagori, Tenaga Medis , Keperawatan dan Tenaga Kesehatan Masyarakat. Untuk Katagori Tenaga Medis, Drg Ayun Mustikaningrum peringkat I, Dr Satinta Febrianti dan Drg Zelfia untuk peringkat II dan III. Katagori Tenaga Keperawatan, Hendy Setiyawan peringkat I, Ari Wulandari dan Hari Dwi Ayu untuk peringkat II dan III. Katagori Tenaga Kesehatan Masyarakat, Yuli Purwanti peringkat I, Tri Sumi Indarwati dan Istiyani peringkat II dan III.

Selain penghargaan tenaga kesehatan teladan, juga diberikan penghargaan kepada  puskesmas yang berhasil melayani masyarakat dengan Bersemangat Kerja dengan Hati Menuju Penigkatan Mutu Pelayanan Pulik, dengan beberapa katagori. Yakni, Puskesmas Rawat Inap Besar (A), Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM) Sempu, Puskesmas Rawat Inap Kecil (B), PKM Bajulmati, Puskesmas Rawat Jalan Besar, PKM Kertosari, Puskesmas Rawat Inap Sedang, PKM Gladag dan Puskesmas Rawat Jalan Kecil, PKM Wonosobo.  

Selain itu juga diberikan penghargaan kinerja puskesmas dengan lima katagori juga. Yakni, Puskesmas Rawat Inap Besar A, PKM (Pusat Kesehatan Masyarakat) Sempu, Puskesmas Rawat Inap Kecil (B), PKM Kebondalem, Puskesmas Rawat Jalan Besar, PKM Kertosari, Puskesmas Rawat Inap Sedang PKM Kebaman dan Puskesmas Rawat Jalan Kecil, PKM Wonosobo. 

Selain tenaga medis dan puskesmas, di HKN ini juga diberikan penghargaan kepada para pemenang lomba dokter kecil dan pemenang duta kesehatan terpilih. Mereka Fatinatul Fikri (SDN I Watukebo,Rogojampi) sebagai juara I lomba dokter kecil dan Angeline Shane (SDK Santa Maria) dan Alisa Amalia (SDN I Genteng), masing-masing juara II dan III. Sedangkan untuk juara Duta Kesehatan, ada Windy Risqia dan Dimas dari SMAN I Genteng.

Puncak peringatan HKN tersebut, juga dirangkai dengan Pencanangan Program Inovasi Kabupaten Banyuwangi “Gemari Gunakan Jamban “ (Gerakan Masyarakat Mandiri Menggunakan Jamban) sebagai upaya percepatan pencapaian program STBM dan percepatan target MDG's. Sekaligus penandatangan nota kesepahaman Memorandum of Understanding (MoU) antara Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Dispendukcapil) dengan lima rumah sakit swasta di Banyuwangi untuk program pembuatan akta kelahiran, surat keterangan lahir mati dan akta kematian. Lima rumah sakit itu, Rumah Sakit Yasmin, RSI Fatimah, RS NU, RSI Banyuwangi dan  Rumah Sakit Bhakti Husada Krikilan, Glenmore.  

Dikatakan dr Rio, sapaan Plt Dinas Kesehatan, khusus untuk MoU dengan lima rumah sakit ini, secara serentak launchingnya akan dimulai pada tanggal 16 November besok. Namun, untuk program 'lahir procot sudah mendapatkan akta kelahiran' ini sudah dilaksanakan oleh Rumah Sakit Umum dan Puskesmas. Bahkan para Bidan Mandiri juga telah bekerja sama dengan Dinas Kependudukan untuk memberikan akta lahir procot kepada pasiennya.

Sementara itu, Direktur RS NU, dr Ika Rahayu Susanti, menyatakan terkait MoU akta kelahiran ini pihak rumah sakit sangat mendukung sekali dan telah siap dalam mempersiapkan segala kebutuhan untuk program yang akan di-launching di Puskesmas Gitik ini. Salah satunya komputerisasi, instal jaringan di Rumah Sakit, karena untuk update data harus cepat dan terkoneksi dengan Dinas Kependudukan. “Untuk program ini kami sangat mendukung dan siap melaksanakan setelah di-launching nanti. Dengan program ini memberikan pasien kemudahan pasien bersalin dalam mendapatkan akte,” terang dr Ika. (Humas dan Protokol)  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :