HMI Badko Jatim Gelar Musyawarah Daerah ke-25 di Banyuwangi

Minggu, 8 Mei 2016


BANYUWANGI – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Badan Koordinasi Jawa Timur menggelar musyawarah daerah (musda) ke -25 di Banyuwangi. Musda yang dijadwalkan berlangsung dari tanggal 7-11 Mei 2016 ini diikuti 500 undangan. Diantaranya dari presidium KAHMI Jatim dan seluruh delegasi cabang HMI se-Jatim.

Saat membuka acara ini Sabtu (7/4) malam, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas mengatakan, tantangan HMI kini dan ke depan semakin sulit. Pasalnya, persaingan yang melibatkan informasi teknologi semakin ketat. "Sekarang kita memasuki era yang tidak pernah kita bayangkan, bahkan hingga 5 tahun ke depan. Persaingan IT sangat kuat. Komunikasi via internet mempengaruhi proses pengambilan keputusan. Inilah tantangan HMI," kata Anas dalam acara yang diadakan di Hall Pondok Wina, Banyuwangi itu.

Anas berpesan, HMI dituntut untuk bisa mengintegrasikan kecanggihan teknologi dengan pengambilan kebijakan yang tepat. "Tidak ada pilihan lain bagi organisasi kecuali menggunakan IT sebagai kendaraan. Tentunya juga dengan selalu minta petunjuk pada Allah agar diberikan kemudahan" pesan Anas.

Orang nomor satu di Banyuwangi itu juga menyatakan rasa terima kasihnya telah mempercayakan Banyuwangi sebagai tuan rumah musda ini. "Semoga musda ini bisa berjalan lancar dan sukses. Terima kasih telah menjadikan Banyuwangi sebagai tempat diselenggarakannya musda ini. Ke depan pemerintah daerah membutuhkan kolaborasi dengan HMI dan ormas-ormas terkait untuk memajukan daerah. Nah, Pemkab Banyuwangi terbuka untuk mendorong pelatihan-pelatihan bagi para pemuda. Kami persilahkan HMI untuk bergabung," tandasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Badko Jatim, Khairul Anam membeberkan alasan mengapa Banyuwangi dipilih sebagai lokasi musda. "Dulu ketika kami masih formatur, ketika melantik Pengurus Cabang HMI Banyuwangi, kami sangat terkesan dengan potensi tokoh, wisata dan kultur budaya Banyuwangi. Sehingga kemudian muncullah keinginan untuk menjadikan tempat ini sebagai tempat dilaksanakannya musda ini," kata Anam.

Anam menjelaskan, musda kali ini membahas persoalan internal dan eksternal organisasi, isu-isu terkini seperti maraknya kemunculan simbol ideologi Partai Komunis Indonesia (PKI), sekaligus ajang pemilihan ketua umum HMI periode 2016 - 2018. Selain Musda HMI, kesempatan ini juga dimanfaatkan untuk menggelar Musyawarah Daerah Korps HMIwati (Musdako) ke 8.

Sejumlah tokoh HMI hadir dalam acara ini. Antara lain Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jatim, Agung Mulyono; Direksi Kimia Farma, Muntahar Ahmad; para mantan ketua HMI se- Jatim, para mantan ketua umum Kohati se-Jatim, seperti Dewi Tahayusinta dan Nuning Rodiyah; Ketua HMI Banyuwangi, dr Taufik Hidayat, serta para undangan dari PMII dan IPNU Cabang Banyuwangi. Acara ini dibuka di hall Pondok Wina Banyuwangi, dan prosesi musda dilaksanakan di Balai Diklat, Licin, Banyuwangi. (Humas)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :