Hujan Deras, Bupati Anas Tinjau Kawasan Rawan Luapan Air

Selasa, 13 Juni 2017


BANYUWANGI - Hujan deras yang mengguyur ‎Banyuwangi sejak Senin (12/6) sore hingga malam membuat beberapa kawasan dan ruas jalan terkena dampak luapan air. Seperti halnya di jalur protokol Jalan Ahmad Yani, Jalan Brawijaya, dan beberapa ruas jalan lainnya.

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas turun langsung meninjau ke lokasi-lokasi yang rawan terkena luapan air. Lokasi pertama yang dituju adalah ruas jalan utama di Banyuwangi yang tergenang air, seperti jalan A Yani, depan kantor Pemkab Banyuwangi. "Genangan di beberapa ruas jalan protokol ini memang dampak curah hujan yang tinggi. Gorong-gorongnya sudah kami lebarkan. Saat hujannya reda, genangannya pun langsung surut kan," terang Anas.

Agar tidak terus berulang, Anas mengajak partisipasi masyarakat untuk turut serta menjaga lingkungannya. Anas meminta agar warga tidak membuang sampah di selokan- selokan. 

"Tadi Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas PU Pengairan juga sudah turun sejak Maghrib, mereka langsung menyisir jalanan yang genangannya tinggi, seperti di depan SMP 1 dan jalan Brawijaya. Dan setelah dibuka, memang banyak tumpukan sampah. Oleh karenanya, berulang kali saya pesankan jangan buang sampah sembarangan. Kalau begini, kan dampaknya kembali ke kita," ujar Anas.

Selain itu, bersama Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Banyuwangi, Anas juga meninjau ke rumah-rumah warga. Salah satunya di perumahan kawasan Kelurahan Kertosari. Di perumahan ini beberapa rumah warga sudah dimasuki air sekitar 20 centimeter. 

Anas kemudian masuk membantu penyedotan air menggunakan pompa di salah satu rumah warga. Para petugas BPBD Banyuwangi juga siaga membantu. "Luapan air ini karena curah hujan yang sangat tinggi sehingga membuat debit air tinggi. Saya mengapresiasi kinerja BPBD yang tanggap ketika ada permasalahan seperti ini, termasuk langsung turun menyiapkan pompa-pompa penyedot air di rumah warga," kata Anas. 

Menurut Anas. untuk kasus di perumahan kawasan Kertosari ini, posisinya memang lebih rendah dari persawahan yang terletak di depan perumahan. Sehingga membuat air mudah masuk ke dalam perumahan. Untuk itu, lanjut dia, di perumahan tersebut nantinya akan dibuatkan saluran penahan air. Selain itu, pemerintah akan mengevaluasi perumahan-perumahan yang lokasinya lebih rendah dari jalan. 

"Sebenarnya perumahan di Banyuwangi sudah kendalikan. Di dataran tinggi, sudah tidak kami izinkan pembangunan perumahan agar tidak berimbas buruk ke daerah hilir," kata Anas. 

Anas lalu menginstruksikan kepada jajarannya untuk membersihkan dan memperbaiki seluruh drainase agar tidak ada sumbatan yang bisa menghalangi jalannya air dan menimbulkan luapan. "Sistem utilitasnya perlu dicek, dievaluasi. Saya sudah minta Dinas Pengairan untuk lakukan itu segera," pungkas Anas. (*)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :