Ibu-ibu Hamil Lomba Berceritera Pengalaman Kehamilannya
Selasa, 15 April 2014
BANYUWANGI – Puluhan ibu-ibu hamil dari berbagai kecamatan, Selasa (15/4) berkumpul di halaman belakang Kantor Perpustakaan ,Arsip dan Dokumentasi Kabupaten Banyuwangi. Keberadaan calon-calon ibu ini untuk mengikuti lomba bercerita seputar pengalaman memberikan gizi terbaik kepada calon bayinya.
Satu persatu para calon ibu berdiri di depan podium sambil menceriterakan pengalaman selama kehamilannya. Sesuai tema yang ditentukan panitia, yakni Harapan Ibu Menjadi Anas Tockcer (Tumbuh Optimal Berkualitas dan Cerdas), hampir semua ibu-ibu ini membuat judul cerita yang mirip-mirip antara satu ibu dengan yang lain. Seperti, Dhea Iza Afqarina (20), Ibu hamil dari Desa Kradenan Purwoharjo ini mengangkat cerita dengan judul Sadar Gizi Jadikan Anak Tokcer Ciptakan SDM Unggulan. Dhea yang menyatakan selalu menjaga kehamilannya dengan mengkonsumsi makanan yang mengandung gizi dengan harapan janin yang dikandungnya lahir dengan sehat dengan berat badan normal. “Saya mengaca dari kehamilan saya pertama yang lahir prematur dengan berat badan 1,1 kilogram, dengan kehamilan kedua ini saya selalu memperhatikan gizi dan rutin periksa ke bidan atau posyandu,” terang Dhea.
Sebelum mereka bercerita, mereka terlebih dahulu telah mengumpulkan naskahnya, sebagai bahan para juri untuk menentukan pemenang lomba cerita ini. Karena menurut para juri tidak hanya teknik penyampaian ceritanya saja yang menjadi penilaian tetapi juga penguasaan materi. “Selain penampilan di atas panggung, cara berceritera dan penguasaan materi menjadi poin-poin penilaian kami,” ujar Bidan Yulianingsih, salah satu juri.
Sekedar diketahui, peserta lomba ini ibu-ibu hamil yang berasal dari 24 kecamatan. Masing-masing kecamatan mengirimkan dua ibu hamil yang berusia antara 20 – 35 tahun dengan kondisi sehat dan fit serta tidak ada keluhan. Usia kandungan peserta masuk trimester tiga atau lebih. Selanjutnya, para pemenang dari lomba berceritera ini akan mendapatkan piagam penghargaan dari panitia berupa tropy dan uang pembinaan. Untuk Juara I, II dan III, masing-masing mendapat uang pembinaan Rp 750 ribu, Rp 600 ribu dan Rp 500 ribu. (Humas Protokol)