Ikawangi Dewata Dirikan Outlet Produk Banyuwangi Di Denpasar
Minggu, 5 Juni 2016
<span 1.6em;"="">DENPASAR - Kebanggaan dan kecintaan warga rantau terhadap tanah kelahirannya, dituangkan dalam beragam cara. Salah satu contohnya adalah Ikatan Keluarga Banyuwangi (Ikawangi) Dewata yang ada di Bali yang mendirikan gerai untuk produk-produk Banyuwangi. Outlet ini diresmikan oleh Bupati Banyuwangi, Abdullah Azwar Anas, Sabtu (4/6).
Di outlet yang berlokasi di Jalan Mahendradata Selatan No 5 Denpasar Bali tersebut dijual produk Banyuwangi seperti kue bagiak dan bolu, keripik buah naga, udeng, kaus, batik, dan produk-produk yang berbau Banyuwangi.
Bupati Anas sangat mengapresiasi inisiatif para diaspora Banyuwangi yang membuat outlet ini. Ini, kata Anas, sangat membantu mempromosikan Banyuwangi ke luar, apalagi di Pulau Bali yang merupakan jujugan utama wisatawan asing yang berkunjung ke Indonesia.
"Ini bisa menjadi etalase untuk produk-produk Banyuwangi di Bali, sangat membantu mempromosikan Banywuangi. Tempat ini semoga juga bisa menjadi sekretariat dan tempat berkumpulnya warga Banyuwangi," kata Anas.
Anas mengatakan, Ikawangi kini memang terus bertumbuh besar. Selain di Bali, di daerah lain bahkan di luar negeri juga banyak dan kian besar. Harapan dia, anggota Ikawangi hemdaknya jug amulai menggunaan produk lokal Banyuwang untuk menggerakkan ekonomi lokal warga tanah kelahirannya.
"Ikawangi sangat penting untuk turut mempromosikan Banyuwangi di daerah mereka masing-masing. Saya harap pula, Ikawangi mulai berbelanja produk Banyuwangi pula, anda bisa berbelanja di banyuwangimall.com," kata Anas.
Banyuwangi-mall adalah digital market place yang merupakan situs belanja khusus bagi pelaku UMKM Banyuwangi yang beralamatkan di www.banyuwangi-mall.com.
Ketua Ikawangi Dewata Bambang Sutiyono, mengatakan outlet ini dibangun atas inisiatif dari Ikawangi sendiri. Produk-produk yang dijual di outlet tersebut diambilkan langsung dari Banyuwangi.
"Ini sebagai upaya untuk membantu agar produk-produk dari UMKM Banyuwangi bisa dipasarkan di Bali. Melihat perkembangan tanah kelahiran kami begitu pesat, maka kami merasa perlu turut andil untuk membantu promosinya," kata Bambang.
Ikawangi sendiri merupakan wadah orang-orang yang berhubungan dengan Banyuwangi, ada yang lahir di sana, ada yang pernah bersekolah di sana, ada yang orang tuanya dari sana, ada yang suami/istrinya dari sana, ada yang cuma jatuh cinta pada Banyuwangi.
Ikawangi awalnya ada di Jakarta, pada 1972. Semula paguyuban Ikawangi diawali dengan pemikiran menggalang silaturahmi para perantau Banyuwangi yang mencari penghidupan di Jakarta, dan lahirlah Paguyuban Warga Banyuwangi Jakarta Raya yang disingkat Pewangi Jawa. Akhirnya berubah menjadi Ikawangi, pada 1991.
Selain sebagai sarana untuk silaturrahim, Ikawangi yang tersebar di berbagai daerah ini juga melakukan kegiatan sosial. Asisten Administrasi Pembangunan dan Kesejahteraan Rakyat Banyuwangi, Wiyono mengatakan ikatan emosional para rantau ini sangat kuat.
"Terutama Ikawangi di Taiwan, mereka jumlahnya mencapai 20.000 orang. Sangat besar di sana. Bahkan mereka saat ini memiliki yayasan yatim piatu, sosial, dan sekolah. Bahkan pada 2011 lalu, Ikawangi Taiwan membantu seorang anak dari keluarga miskin di Tampo Banyuwangi yang mengalami sakit keras," ujar Wiyono yang saat itu hadir dalam pembukaan outlet tersebut.
Pemkab banyuwangi pun setiap tahun selalu menggelar acara Diaspora Banyuwangi. Acara yang diadakan setiap 3 hari setelah Lebran ini mengundang warga banyuwangi yang sedang mudik ke kampung halamannya untuk bersilaturrahim bersama. Tak tanggung-tanggung, acara ini selalu dihadiri Bupati Banyuwangi, serta di acara tersebut disuguhkan beragam kesenian dan kuliner khas Banyuwangi.
"Ini bentuk penghargaan kami kepada mereka yang telah membawa nama Banyuwangi di luar. Sekaligus untuk mengobati kangen para warga rantau terhadap Banyuwangi," pungkas Wiyono. (humas)