Ikut Dorong Tumbuhnya Pariwisata, Ormas Keagamaan Berencana Dirikan Taman Bacaan

Senin, 22 Agustus 2016


Ikut Dorong Tumbuhnya Pariwisata, Ormas Keagamaan Berencana Dirikan Taman Bacaan

BANYUWANGI – Tumbuhnya pariwisata di Banyuwangi mendorong sejumlah organisasi keagamaan untuk ikut meningkatkan minat baca masyarakat agar bisa menjadi tuan rumah yang baik. Salah satunya, organisasi keagamaan Pemuda Pemudi Khatolik ingin mendirikan Taman Bacaan, di sekitar Purwoharjo, daerah menuju Pulau Merah.  

Rencana pendirian Taman Bacaan ini, disampaikan Komisaris Daerah Pemuda Khatolik yang juga anggota Komisi E, DPRD Provinsi Jawa Timur, Agatha Retno Sari, kepada Wakil Bupati Banyuwangi, Yusuf Widyatmoko, Senin (22/8), di Ruang Kerjanya.

Agatha yang datang bersama sejumlah perwakilan pemuda Khatolik ini, menyampaikan ingin memenuhi keinginan masyarakat dari program jaring aspirasi masyarakat (jasmas) DPRD Provinsi Jatim, dengan mendirikan taman bacaan.

“Kami sengaja pilih Banyuwangi karena kami melihat pariwisata disini tumbuh pesat. Dan ini baru Banyuwangi yang jadi pilot project Taman Bacaan,” ujar Agatha.  

Taman bacaan yang dimaksud rencananya, berbentuk sebuah perpustakaan yang dilengkapi dengan fasilitas penunjang baca yakni, buku-buku yang dibutuhkan masyarakat. Buku yang disediakan diantaranya, buku cerita, ensiklopedi, buku-buku sejarah tentang wawasan kebangsaan, nilai-nilai patriotisme dan buku-buku bahasa Inggris dan buku umum lainnya.

 “Taman Bacaan ini, memang kami khususkan untuk masyarakat yang gemar membaca agar tidak sulit mencari buku. Cukup mendatangi gerai kami, kami akan layani masyarakat dengan senang hati. Kalau minat baca tinggi kami akan menambah gerai kami tentunya dengan koordinasi dengan pemerintah desa,” kata Agatha.

Taman bacaan ini rencananya, akan dibangun empat desa di Kecamatan Purwoharjo. Desa Purwoharjo, Kradenan, Curahjati dan Karetan. Taman Baca ini, rencananya akan direalisasikan mulai Tahun 2017.  

Sementara Wabup Yusuf, menyambut baik dan mengapresiasi rencana pendirian taman bacaan ormas ini. Dikatakan Wabup Yusuf, saat ini Banyuwangi tengah gencar menjalankan program meningkatkan minat baca masyarakat dengan melalui sejumlah event diantaranya lomba berceritera, perpustakaan sekolah dan bazar buku dan mengefektifkan perpustakaan keliling ke desa-desa.

Perpustakaan cukup banyak memiliki  30 sepeda motor dan  empat mobil perpustakaan keliling yang setiap hari beroperasi ke desa-desa, pondok pesantren dan ruang terbuka hijau (RTH) yang ada di Banyuwangi.

Selain itu, imbuh Wabup, untuk layanan baca, perpustakaan daerah juga terus berinovasi dalam memberikan layanan digital kepada masayarakat. Salah satunya, e-katalog, kartu anggota online, hingga sistem peminjaman buku koleksinya bisa diakses melalui internet.

“Dengan adanya Taman Bacaan ini saya yakin ini bisa menambah wawasan masyarakat dan mencerdakan mereka. Mudah-mudahan ini berguna, karena Banyuwangi mulai dikenal dimana-mana, dengan budaya senang baca ini saya kira akan menjadikan masyarakatnya lebih siap menjadi tuan rumah daerah pariwisata,” pungkas Wabup. (Humas)  

 



Berita Terkait

Bagikan Artikel :