Ingin Kenal Dekat Pesantren, Konjen AS Kunjungi Ponpes Darussalam Blokagung

Jumat, 6 September 2013


TEGALSARI – Ingin  mengenal lebih dekat sistem pendidikan di pondok pesantren (ponpes), Konsulat Jenderal (Konjen) Amerika Joaquin Monserrate melakukan kunjungan ke Ponpes Darussalam, Desa Blokagung, Kecamatan Tegalsari, Jumat (6/9).

Kunjungan Mr Wakin  - sapaan akrabnya - di ponpes terbesar di Banyuwangi  ini disambut hangat oleh para santriwan dan santriwati. Mereka bahkan sempat berdialog dengan Konjen yang telah 1 tahun bertugas di Indonesia ini. “Saya senang berada di pesantren ini. Tidak lengkap rasanya mengunjungi Banyuwangi tanpa mampir ke pesantren,”ujar Wakin disambut tepuk tangan para santri.

 Kepada para santri , Wakin juga mengingatkan pentingnya pendidikan dan kesehatan. Di konsulat, terangnya,  ada program  dimana pesantren sebagaimana sekolah umum lainnya berhak untuk mengikutinya. “Tiap tahun kami memilih 100 anak lebih untuk belajar di AS selama 1 tahun. Disana mereka mendapatkan orang tua asuh (foster parents) dan tinggal bersama keluarga barunya. Begitu pula dengan pelajar di AS yang juga mendapatkan program yang sama di Indonesia. Jadi ada pertukaran pelajar,” jelasnya. Caranya,tambah Wakin,  adalah  dengan mengirimkan aplikasi atau permohonan dengan melihat penjelasan terkait program tersebut  di internet. “Saya harap murid di sini ada yang terpilih. Tentunya syaratnya harus punya basic bahasa Inggris yang baik,”tegasnya.

Berkunjung ke pesantren, menurut Wakin, baginya dirasa perlu. Selain menepis anggapan bahwa pesantren merupakan sarang teroris, Wakin mengatakan bahwa sekali-kali para diplomat perlu mengenal pesantren lebih dekat. “Sangat penting bagi diplomat untuk mengerti penuh sistem pendidikan di sekolah dan pesantren, seperti di Banyuwangi ini. Jadi mereka tak hanya dekat dengan tokoh-tokoh politik saja tapi juga menjalin kedekatan dengan siswa dan guru. Ada kesempatan saling kenal. Disini saya banyak belajar,” urai Wakin panjang lebar. “Siapa tahu dari anak-anak yang hadir disini akan lahir orang-orang yang berpengaruh di masa depan, seperti menjadi gubernur, bupati atau investor. Yang penting ada kesempatan untuk mengembangkan potensi,”pungkas Wakin yang didampingi Kepala Badan Pemberdayaan Masyarakat – Pemerintahan Desa (BPM-PD), Kepala Badan Pelayanan Perizinan Terpadu (BPPT) dan Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) tersebut. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :