Investor Cina Survey Lahan di KIEB
Kamis, 20 Maret 2014
BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi terus dilirik oleh investor. Kali ini perusahaan baja terbesar nomor empat di dunia yang berasal dari Cina, Wuhan Iron and Steel Group Corp menjajaki daerah paling ujung timur pulau Jawa ini untuk tempat berinvestasi.
Bupati Abdullah Azwar Anas pun bergerak cepat dengan mengantar langsung rombongan investor asal Cina tersebut untuk survey lokasi investasi di kawasan Kampe Industrial Estate Banyuwangi (KIEB) yang terletak di Afdeling Kampe, Dusun Bangsring, Kecamatan Wongsorejo, Kamis (20/3).
Rombongan investor tersebut antara lain perwakilan Wuhan Iron and Steel Group, perwakilan pemerintah Cina, didampingi oleh Kenneth Lian dari PT. Suryamas Dutamakmur, Tbk, dan perwakilan Kementrian Perindustrian RI.
Mewakili para investor, Kenneth mengatakan tujuan kedatangan rombongan investor tersebut ke Banyuwangi untuk melakukan survey lokasi secara langsung ke wilayah yang memiliki potensi untuk berdirinya industri. Sebelumnya investor asal negara tirai bambu itu juga telah mensurvey beberapa daerah di Indonesia.
Sementara itu, Bupati Anas mengatakan, kedatangan investor dari Cina tersebut ke Banyuwangi berawal dari rekomendasi Menteri Perikanan dan Kelautan. Sebelumnya grup investor ini telah membuka industri perikanan besar di Sorong, Papua. “Grup ini punya kedekatan dengan Kementerian kelautan, dan Banyuwangi direkomendasikan diantaranya karena kemudahan perijinan bagi investasi dan aman,” kata Bupati.
Bupati melanjutkan, Kawasan Kampe dipilih menjadi lokasi yang ditawarkan kepada investor karena paling siap untuk berdirinya industri. Perwakilan Grup Wuhan pun merespon dengan menanyakan beberapa hal seperti kedalaman laut, kondisi struktur tanah dan jarak antara pantai dengan perbukitan. “Sejauh ini mereka terkesan dengan Banyuwangi,” ujar Bupati.
Bupati menambahkan, lahan industri yang dibutuhkan oleh Grup Wuhan sekitar 1500 hektar. Nilai investasi yang akan ditanamkan cukup besar, berkisar Rp. 50 triliun. Jumlah tenaga kerja yang akan terserap mencapai 8000 orang. “Jika ini terealisasi akan menjadi nilai investasi terbesar di Banyuwangi,” kata Bupati Anas.
Mantan anggota DPR RI ini mengatakan, saat ini Banyuwangi sedang membuka diri bagi kedatangan para investor. Karena itulah hadirnya calon investor besar dari Cina ini disambut dengan hangat. Masuknya investor besar bisa menciptakan perubahan yang signifikan. “Terutama bagi terciptanya lapangan kerja, mengurangi jumlah pengangguran dan mendorong fungsi kawasan industri yang telah disiapkan oleh pemerintah daerah,” tutur Bupati. (Humas & Protokol)