Ishadi SK Bedah Buku “Media dan Kekuasaan” di Banyuwangi

Kamis, 1 Mei 2014


BANYUWANGI – Setelah meluncurkan buku terbarunya yang berjudul Media dan  Kekuasaan :Televisi di Hari-hari Terakhir Presiden Soeharto di Jakarta beberapa waktu lalu,  Wartawan senior sekaligus Komisaris Komisaris Trans Media Ishadi SK, membedah bukunya di Banyuwangi, Rabu (30/4).

Peluncuran dan bedah buku yang di gelar di Pendopo Shaba Swagata berlangsung cukup marak, karena selain mengupas isi buku terkait peran pentingnya media bagi kekuasaan, pria yang pernah menjabat Dirut TVRI (1987) ini juga juga meuncurkan kumpulan puisi untuk Meis. Sebuah Puisi Cinta dan Sebayanya, buku itu dipersembahkan kepada isteri tercintanya, Djuariyah Ishadi Sk.

Tak heran jika Pendopo Shaba Swagata siang itu dipenuhi masyarakat dari berbagai unsur hanya untuk menyaksikan dari dekat pria yang pernah menjabat Dirjen Radio, Televisi dan Film, Departemen Penerangan RI ini. Mulai dari pelajar, mahasiswa, tokoh agama, organisasi wanita dan sosial hadir di sini.

Sebelum membedah isi bukunya, Ishadi SK yang didampingi Bupati Abdullah Azwar Anas dan budayawan Samsudin Adlawi sebagai moderatornya, menyatakan peran media sangat dasyat dalam membangun suatu bangsa. “Sangat tepat jika Banyuwangi menggandeng media untuk menjelaskan Banyuwangi. Sebelumnya orang tidak akan tahu Banyuwangi, tapi dengan media secara otomatis orang akan mengenal Banyuwangi,” ujar Ishadi SK.  

Terkait bukunya, Doktor Bidang Komunikasi Massa dari Universitas Indonesia ini, menambahkan media saat ini terus menuntut kebebasan tanpa memperhatikan tanggung jawabnya. Ini berbeda dengan media di jaman orde baru yang banyak mendapat batasan. “Tapi saya nanti ingin diberi kesempatan 30 menit untuk memberikan gambaran masa depan bangsa Indonesia yang akan bisa menjadi menjadi negara terbesar ke lima di dunia, setelah China, India, Amerika dan Eropa pada 2030 nanti. Sehingga kita optimis membangun negara ini,” kata pendiri Trans TV ini.

Usai membedah buku, Ishadi yang datang ke Banyuwangi didampingi isteri tercintanya mendapat kejutan sebuah kue ulang tahun dengan bertuliskan angka 71 tahun. Mendapat kejutan yang tak disangka ini, Bapak berputra dua ini menyambut suka cita dan bahagia. Melihat sambutan Banyuwangi yang begitu hangat Ishadi ingin kembali lagi dengan mengajak orang-orang hebat di negeri ini. Salah satunya, owner Trans Group, Chairul Tanjung. (Humas Protokol)   

 

 

  



Berita Terkait

Bagikan Artikel :