Jadi Nara Sumber di RAKOREV STAIN, Bupati Sharing Peningkatan Kinerja PNS

Sabtu, 21 Desember 2013


BANYUWANGI - Banyuwangi mendapatkan kehormatan, dijadikan sebagai tempat dilaksanakannya Rapat Koordinasi dan Evaluasi (RAKOREV) Kurikulum, Sekolah Tinggi Agama Islam (STAIN) Jember, Sabtu (21/12). Bahkan Bupati Abdullah Azwar Anas didhapuk untuk menjadi salah satu nara sumber yang langsung sharing pengalaman tentang peningkatan kinerja PNS dalam rangka menciptakan good and clean governance.            

Di tengah 173 dosen dan karyawan sekolah tinggi yang dipimpin oleh Rektor Prof.Dr.H. Babun Suharto, SE,MM itu, Bupati Anas berbagi kiat bagaimana Banyuwangi merangkak mencapai kesuksesan. Dari yang semula hanya dipandang sebelah mata, hingga mampu mendapatkan berbagai prestasi. "Itu semua tak lepas dari pemberdayaan dan pengelolaan PNS kami,"ujar bupati. Eksternalitas PNS, lanjut bupati, bergerak luar biasa. Dan jika pergerakan itu tak diikuti, maka akan mengalami ketertinggalan.

Pada mulanya, kata bupati, profesi PNS dianggap sebagai golongan kelas 3, dan performa pelayanan yang diberikan pada masyarakat dianggap kurang memuaskan. "Maka opsi yang kami ambil adalah pembinaan. Meski asalnya dari partai mana pun, mereka tidak dilepas, dan semua dibina sesuai dengan porsinya,"terang bupati. Salah satu model pembinaan  yang dilakukan bupati adalah dengan mengikutkan training Emotional Spiritual Quotient (ESQ) para PNS dan aparatur pemerintahan di desa. Berkat upaya itu, kinerja Pemkab Banyuwangi  yang pada tahun 2011 menduduki peringkat ke  161, di tahun 2012, Kementerian Dalam Negeri menempatkannya  naik ke peringkat 26. Dan diharapkan tahun ini peringkat itu naik menjadi 20 besar.

Disamping  itu, gebrakan lain yang dibuatnya adalah adanya kendaraan Information Technology (IT) untuk memaksimalkan pelayanan pada masyarakat. "Tanpa IT kami tidak akan bisa melayani masyarakat dengan optimal. Dengan adanya IT, diantaranya  kami bisa memberlakukan pelayanan one stop service di kelurahan-kelurahan dan kantor kecamatan, serta mengeluarkan kebijakan 'lahir procot pulang bawa akta," beber bupati. Kemajuan teknologi pulalah, kata bupati, yang akhirnya menghilangkan image Banyuwangi sebagai kota santet.      

Selain bupati, nara sumber lainnya adalah  Sekretaris Jenderal Direktorat Pendidikan Islam Prof Kamarudin Amin, yang sekaligus juga meresmikan gedung Baabussalam, gedung baru STAIN Jember.   Acara yang dilangsungkan di Hotel Manyar Garden ini dilangsungkan selama 3 hari, yakni dari tanggal 20 - 22 Desember. Turut hadir mendampingi bupati Plt Asisten Pembangunan dan Kesra, Kepala Dinas Pendidikan, Kepala Bagian Organisasi dan  Camat Kalipuro. (Humas & Protokol)



Berita Terkait

Bagikan Artikel :