Jadi Pilot Project Smart City Nasional, Banyuwangi Genjot Inovasi Berbasis TIK
Selasa, 23 Mei 2017
Banyuwangi - Usai ditetapkan sebagai salah satu daerah pilot project Gerakan Menuju 100 Smartcity, Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas meminta para Kepala Satuan Perangkat Daerah (SKPD) menggenjot inovasi dengan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK). Hal ini disampaikan Bupati Anas saat memimpin rapat koordinasi (rakor) terbuka seluruh pimpinan SKPD dan Camat di Villa Pantai Solong, Banyuwangi, Selasa (23/5).
"Transformasi daerah menjadi smartcity melalui TIK sudah bukan lagi menjadi pilihan, bahkan Presiden Jokowi menyebut hal ini sebagai sebuah kewajiban. Karena inilah yang akan mempercepat kerja dan pelayanan yang kita lakukan bagi masyarakat. Apalagi Banyuwangi sudah menjadi pilot project maka harus segera memulai," kata Anas.
Anas mengatakan saat ini Banyuwangi telah menjadi kabupaten yang menjadi jujugan banyak daerah sebagian lokasi studi tiru pelayanan publik dan kerja birokrasi berkat inovasi Smart Kampung yang digagasnya. Atas program itu pula, Banyuwangi terpilih menjadi 25 daerah yang akan didampingi Kementrian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai pilot project Gerakan Menuju 100 Smartcity.
Pada rakor tersebut, Anas meminta agar gagasan Smartcity bisa diterapkan dalam kinerja para kepala SKPD dan para Camat untuk melakukan efisiensi dan percepatan. Salah satunya dengan menerapkan gagasan Smartcity di berbagai bidang diluar sistem TIK yang sudah dijalankan saat ini. Misalnya saja untuk mengatasi terbatasnya jumlah personel satuan polisi pamong praja bisa membangun sistem pengawasan melalui pemasangan cctv di berbagai kawasan vital yang terhubung secara online.
"Kami tengah menerapkan program setiap penerbitan IMB kini harus memasang satu CCTV di depan bangunannya. Sistem ini nanti akan kami koneksikan dengan kepolisian untuk pemantauan jalan, dan pusat komando pemkab," jelas Anas.
Dicontohkan pula pemanfaatan TIK untuk membangun data ketenagakerjaan yang bisa diakses baik pencari maupun penyedia lapangan kerja. Begitu pula di bidang lingkungan, Anas meminta agar TIK bisa membantu mewujudkan lingkungan yang sehat dan bersih.
“Intinya, inovasi disini bukan berarti membuat program baru dengan anggaran baru, tapi melakukan sistematisasi kerja secara lebih efisien dan terukur. Lewat kerja yang smart dengan memanfaatkan TIK,” ujarnya.
Dalam rakor tersebut, Bupati berusia 43 tahun tersebut secara khusus juga mengintruksikan kepada para camat untuk memperkuat penerapan Samrt Kampung yang telah dimulai oleh Banyuwangi. Smart kampung dipilih oleh Banyuwangi karena wilayahnya yang berbasis desa. Program yang dimulai 2016 ini memadukan penggunaan TIK untuk meningkatkan pelayanan publik, kegiatan ekonomi produktif, kegiatan ekonomi kreatif, peningkatan pendidikan-kesehatan, dan upaya pengentasan kemiskinan.
“Sekarang, tiap kecamatan harus memiliki desa dengan keunggulan yang spesifik, dan bisa menjadi pilot project. Smart di sini artinya desa bisa mengoptimalkan potensinya. Apalagi tiap desa sudah dialiri fiber optik, sehingga lewat TIK bisa lebih dioltimalkan,” beber Anas.
Anas menargetkan Agustus akan kecamatan digelar lomba Smart Kampung, yang pesertanya adalah desa-desa. Tiap desa akan berlomba-lomba berinovasi untuk meningkatkan pelayanan publiknya.
"Lombanya bukan lagi sekadar desa yang bisa melayani surat kependudukan dengan singkat, namun desa yang mengangkat potensinya dengan optimal lewat pemanfaatan TIK akan menjadi poin utamanya. Misalnya di Desa Telemung, bisa menjadi Smart Kampung Kopi, karena di desa tersebut memiliki potensi kopi rakyat,” pungkas Anas. (*)